Abu Hanifah Seorang Mujtahid dan Pengusaha Sukses
Abu Hanifah menghabiskan masa mudanya di pusat hiruk pikuk wirausaha. Dia nyaris tidak pernah alpa membantu ayahnya berjualan sutera di pasar. Dari sana dia berkenalan dengan banyak pedagang di Kufah. Dia acap kali berbincang-bincang bersama mereka tentang berbagai hal seputar wirausaha. Itu yang membuatnya paham betul kontur pasar serta seluk beluk dan kebiasaan para pedagang di sana. Pada suatu hari, selagi perjalanan menuju pasar, Abu Hanifah berpapasan dengan seorang ahli fikih bernama Imam al-Sya’bi. Sang imam menegurnya dan menyarankan untuk banting fokus belajar ilmu agama dan bergumul bersama para ulama. Saat itu Abu Hanifah sempat menampik saran itu dan mengaku tidak berminat. Namun, seiring gelinding waktu Abu Hanifah muda akhirnya berubah pikiran. Setelah Imam al-Sya’bi terus-menerus membujuk dan meyakinkan bahwa di dalam diri Abu Hanifah terdapat potensi megabesar berupa kecerdasan dan daya ingat yang kuat. Sejak menjatuhkan pilihannya mendaras aga...