Postingan

Menampilkan postingan dengan label ayo mondok

Membangun Intelektual Santri Masa Kini

Gambar
ِِApakah Anda santri? Santri identik dengan sarung, tapi tidak melulu yang bersarung adalah santri—bisa jadi orang tua santri atau tetangga santri. Di pesantren sarung mempunyai filosofi tinggi, saya mengartikan sarung ialah “sarune dikurung” (sarung). Artinya, sarung merupakan instruksi kehidupan, agar manusia mengedepankan rasa malu, tidak sombong, tidak arogan, apalagi sembrono. Karena itu, dalam kultur pesantren saling menghormati diutamakan, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Manusia mempunyai lima dimensi yang harus dikendalikan; pikiran (akal), perasaan (hati), ucapan, tindakan, dan hawa nafsu. Dan “sarung (sarune dikurung)” mempunyai makna agar manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya. Bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh Arnold Toynbee, “titik lemah manusia adalah bahwa kita belum menemukan jalan yang lebih baik untuk menjaga martabat kita kecuali secara semu menutupi alat dan fungsi hewani kita.” Namun, ...