Postingan

Menampilkan postingan dengan label nazaruddin

Sudahkah Kita Menjadi Muttaqin? - Prof Dr Nazaruddin Umar MA

Gambar
Sudahkah Kita Menjadi Muttaqin? Oleh: Prof Dr Nazaruddin Umar MA Imam Besar Masjid Istiqlal, Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah, dan Rektor Perg uruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an. Salah satu target kita dalam berpuasa ialah untuk memperoleh derajat orang-orang bertakwa (muttaqin). Apakah sudah merasa ada tanda-tanda ketakwaan di dalam diri kita? Yang paling tahu hanya Allah SWT dan diri kita sendiri. Salah satu tanda ketakwaan ialah munculnya kelembutan di dalam hati, adanya keluhuran niat di dalam pikiran, dan kesediaan diri untuk berbagi dengan orang lain, sebagaimana diformulasikan di dalam QS Al-Baqarah: 3-4 dan Ali Imran: 134-135. Selama 11 bulan, kita menjadi hamba yang bebas dan mungkin di antara kita ada yang liar, gentayangan ke sana-kemari mencari mangsa. Maka, selama sebulan penuh di dalam bulan Ramadhan kita ditempa dan di-recharge energi spiritualitas kita, semoga meninggalkan bekas yang dalam. Bulan Ramadhan ibarat oase di tengah padang p...

Menghayati Makna Basmalah - Prof. Dr. Nazaruddin Umar. MA.

Gambar
Menghayati Basmalah Oleh: Prof Dr Nazaruddin Umar MA Imam Besar Masjid Istiqlal, Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah, dan Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an. Dalam sebuah riwayat, aukama qala al-Nabiy SAW, mengatakan, "Jika keseluruhan ayat Al-Quran itu disimpulkan, kesimpulannya ialah Surah Al-Fatihah. Jika Surah al-Fatihah dipadatkan, pemadatannya ialah ayat pertamanya Bism Allah al-Rahman al-Rahim . Itulah sebabnya surah ini disebut induknya Alquran (umm al-Quran). Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan induknya keseluruhan kitab (umm al-kitab). Dengan demikian, inti keseluruhan kitab yang pernah diturunkan Allah SWT kepada para nabi-Nya ialah basmalah. Mungkin, itulah sebabnya mengapa Nabi pernah menegaskan, apa pun yang akan dikerjakan, bacalah Bism Allah al-Rahman al-Rahim (Dengan atau atas nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Setiap kali mengawali surah, kecuali Surah at-Taubah, Rasulullah SAW berdasarkan petunjuk-Nya selalu dia...

Anatomi Kecerdasan Intelektual - Prof. Dr. Nazaruddin Umar. MA

Gambar
Anatomi Kecerdasan Intelektual Oleh: Prof Dr Nazaruddin Umar MA Imam Besar Masjid Istiqlal, Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah, dan Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an. Pertama kali, perlu kita jelaskan yang dimaksud dengan kata intelektual dalam tulisan ini bukanlah kecerdasan rasional atau kecerdasan logika seperti yang selama ini dipersepsikan oleh banyak tulisan yang berbahasa Indonesia. Kata intelek dalam bahasa Inggris ( intellect ) lebih banyak berada di dalam wilayah spiritual daripada ke wilayah rasional intelektual. Sama dengan kata akal dalam bahasa Indonesia lebih banyak berkonotasi sarana kecerdasan biologis. Padahal, kata akal dalam bahasa Arab ( 'aql ) lebih banyak menjadi sarana kecerdasan rohani. Bahasa Indonesia populer telah mereduksi banyak istilah bahasa agama yang sangat penting. Kecerdasan intelektual memang tidak bisa dipisahkan dengan struktur otak manusia, tetapi sekali lagi, kesempurnaan struktur otak tidak ...