Postingan

Menampilkan postingan dengan label deisan

Muslimin Wajib baca, Al-Habib Tohir Alkaff: Inilah Amalan Agar Cepat Punya Rumah dan Banyak Rejeki.

Hafalkan dan amalkan doa mustajab ini, keinginan membeli rumah, membeli mobil yang selama ini sudah diidam-idamkan karena budget masih pas-pasan, insya Allah dengan rajin mengamalkan doa ini bisa cepat memiliki rumah. Serta dilancarkan rezekinya dan dibuka pintu rezeki dari arah yang tak diduga-duga. Memiliki rumah idaman saat ini bisa dikatakan sulit. Hal tersebut dipicu belum stabilnya ekonomi sehingga harga jual rumah juga ikut naik. Bagi yang memiliki keadaan ekonomi baik, tentunya tidak sulit mendapatkan rumah idaman. Banyak orang yang begitu menikah bisa langsung punya rumah sendiri, bahkan ada juga yang belum menikah tapi sudah mampu membangun sebuah rumah megah. Namun coba kita lihat bahwa di sekeliling kita juga banyak orang yang sudah menikah tak kunjung memiliki rumah sendiri. Dan parahnya lagi ada juga saudara-saudara kita di luar sana yang sudah lama sekali menikah, punya banyak anak dan masih belum bisa membangun rumah sendiri. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi...

Ramai Diperbincangkan, Kalender 1895 Sama dengan Kalender 2019. Inilah Penjelasannya Ilmiahnya.

Gambar
Hari–hari ini ramai beredar dalam jagat maya tentang lembaran kalender 1895, yang sama persis dengan 2019. Yakni dalam hal hari untuk setiap tanggal didalamnya. Misalnya, 1 Januari 2019 dan 1 Januari 1895 ternyata sama-sama bertepatan dengan hari Selasa. Kesamaan ini memantik pertanyaan, bagaimana semua itu bisa terjadi? Terdapat beraneka ragam kalender yang semuanya mengacu pada pergerakan benda–benda langit. Ada yang hanya mengacu ke Matahari, yang dikenal sebagai kalender Matahari (solar). Ada pula yang hanya mengacu ke Bulan, membuatnya dinamakan kalender Bulan (lunar). Sebaliknya ada pula yang mengacu pada Matahari dan Bulan sekaligus, yang disebut kalender lunisolar. Bahkan ada juga yang mengacu pada Matahari dan Zahara (Venus), misalnya kalender suku Maya. Kalender Masehi merupakan kalender terpopuler pada masakini. Meski berakar sebagai kalender religi (yakni kalender Nasrani), namun dalam kurun satu seperempat abad terakhir terdapat upaya-upaya menjadikannya kalende...

Perbaiki salammu, K.H. Subhan Makmun: Beginilah Salam yang Benar Sesuai dalam Al-Quran

Gambar
Brebes, NU Online K.H. Subhan Ma'mun, Pengasuh Pesantren as-Salafiyyah Luwungragi, Brebes. berkata, “Kalau menjawab salam, jawablah dengan kalimat wa`alaikumussalâm , jangan wa`alaikum salam. ” Demikian Kiai Subhan Makmun mengajarkan kepada peserta kajian kitab Tafsîr Al-Munîr di Masjid Al-Mukarromah komplek Islamic Center Brebes, Ahad, 13/01. Rais Syuriyah PBNU ini menyampaikan hal tersebut di sela-sela menjelaskan penafsiran Surat an-Nisa ayat 86 yang menuturkan wa idzâ huyyîtum bi tahiyyatin fa hayyû bi ahsana minhâ aw ruddûhâ (bila kalian diberi penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau dengan yang sepadannya). Menurut pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes ini, orang yang mengucapkan salam kepada kita dengan mengucapkan as-salâmu ‘alaikum kata salâm -nya (di dalam Bahasa Arab) menggunakan al ma’rifat. Maka, sebagaimana perintah ayat di atas membalasnya pun harus dengan menggunakan al ma’rifat biar balasannya sepadan. ...

Membangun Intelektual Santri Masa Kini

Gambar
ِِApakah Anda santri? Santri identik dengan sarung, tapi tidak melulu yang bersarung adalah santri—bisa jadi orang tua santri atau tetangga santri. Di pesantren sarung mempunyai filosofi tinggi, saya mengartikan sarung ialah “sarune dikurung” (sarung). Artinya, sarung merupakan instruksi kehidupan, agar manusia mengedepankan rasa malu, tidak sombong, tidak arogan, apalagi sembrono. Karena itu, dalam kultur pesantren saling menghormati diutamakan, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Manusia mempunyai lima dimensi yang harus dikendalikan; pikiran (akal), perasaan (hati), ucapan, tindakan, dan hawa nafsu. Dan “sarung (sarune dikurung)” mempunyai makna agar manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya. Bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh Arnold Toynbee, “titik lemah manusia adalah bahwa kita belum menemukan jalan yang lebih baik untuk menjaga martabat kita kecuali secara semu menutupi alat dan fungsi hewani kita.” Namun, ...