Postingan

Menampilkan postingan dengan label ketum PBNU

MEMBANGUN BANGSA BERAGAMA DENGAN PANCASILA: CATATAN INSPIRASI KH. SAID AQIL SIRAJ

Gambar
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj Potret Bangsa Indonesia Indonesia merupakan negara yang penduduknya beragam, baik beragam suku, budaya, etnis, bahasa, bahkan agama. Penduduknya tidak dipaksakan untuk menganut satu keyakinan apapun. Kebebasan memilih dan memilah keragaman yang ada di dalamnya menjadi hak bagi siapapun yang hidup di Indonesia. Meskipun demikian, kebebasan itu tetap dibatasi dengan dasar negaranya, yaitu Pancasila. Lima sila yang ada di dalamnya menjadi pondasi bagi setiap warganya dalam berkehidupan. Dalam hal keberagaman agama, Indonesia memiliki enam agama resmi, yaitu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Protestan dan Konghucu. Dari keenamnya itu, Islam merupakan agama yang paling banyak dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia. Sebagaimana dituturkan oleh riset Lembaga Amerika Few Forum and Religion Life, pada tahun 2011, jumlah orang Islam Indonesia mencapai 204.8 juta jiwa, yang itu berarti sembilan kali lipat dari penduduk muslim Arab Saudi (Waskito, 2014: 231).   ...

Tetap Bertauhid di Zaman Penuh Ujian, begini wejangan Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. (Ketum PBNU)

Gambar
Prof. Dr. Said Aqil Siraj Bertauhid di Zaman Ujian Oleh: Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. (Ketum PBNU) Manusia terdiri dari jiwa dan raga. Sebagaimana raga yang selalu berubah-ubah, jiwa juga. Raga bisa sakit, bisa sehat. Dari muda jadi tua. Cerdas cemerlang tiba-tiba pikun dan pelupa. Iman dan tauhid pun juga begitu. Iman turun-naik. Hati mudah bolak-balik. Sebab, watak alamiah hidup adalah perubahan. Boleh jadi hari ini seseorang beriman, besok belum tentu; hari ini bermaksiat, besok mungkin sudah bertaubat.  Apalagi di zaman mihan, yang penuh cobaan dan ujian, seperti sekarang, beriman dan bertauhid bagaikan menggenggam bara api. Bila tidak waspada diri, perubahan sedikit pun, semisal merebaknya virus corona, bisa saja membuat iman tauhid sirna. Hilang kepercayaan pada kuasa dan kehendak Tuhan. Padahal, perbedaan orang beriman dan tidak beriman juga sangat tipis. Orang beriman melihat keterlibatan Tuhan di balik setiap peristiwa dan perubahan. Sedangka...