Postingan

Menampilkan postingan dengan label PBNU

MEMBANGUN BANGSA BERAGAMA DENGAN PANCASILA: CATATAN INSPIRASI KH. SAID AQIL SIRAJ

Gambar
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj Potret Bangsa Indonesia Indonesia merupakan negara yang penduduknya beragam, baik beragam suku, budaya, etnis, bahasa, bahkan agama. Penduduknya tidak dipaksakan untuk menganut satu keyakinan apapun. Kebebasan memilih dan memilah keragaman yang ada di dalamnya menjadi hak bagi siapapun yang hidup di Indonesia. Meskipun demikian, kebebasan itu tetap dibatasi dengan dasar negaranya, yaitu Pancasila. Lima sila yang ada di dalamnya menjadi pondasi bagi setiap warganya dalam berkehidupan. Dalam hal keberagaman agama, Indonesia memiliki enam agama resmi, yaitu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Protestan dan Konghucu. Dari keenamnya itu, Islam merupakan agama yang paling banyak dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia. Sebagaimana dituturkan oleh riset Lembaga Amerika Few Forum and Religion Life, pada tahun 2011, jumlah orang Islam Indonesia mencapai 204.8 juta jiwa, yang itu berarti sembilan kali lipat dari penduduk muslim Arab Saudi (Waskito, 2014: 231).   ...

WAHDATUL WUJUD (Syaikh Yusri Rusydi, Mursyid Thariqah, penysarah Kitab Shahih al-Bukhari, Ulama Besar Al-Azhar)

Gambar
Syaikh Yusri Rusydi S alah satu gagasan yang paling banyak menimbulkan kontroversi di kalangan para pengkaji tasawuf ialah gagasan tentang wahdatul wujûd (kesatuan wujud). Gagasan ini sering dinisbatkan kepada seorang mistikus besar Islam bernama Muhyiddin Ibnu ‘Arabi (w. 638 H). Meskipun, sebagaimana dicatat oleh Abul ‘Ila Afifi, Ibnu ‘Arabi bukanlah orang pertama yang mencetuskan gagasan ini. Penjelasan mengenai konsep ini menjadi penting, karena, dalam pandangan Syekh Yusri, ia merupakan “ringkasan” dari seluruh ajaran para sufi. Kalau Anda sudah bisa memahami konsep ini dengan benar—apalagi jika menghayatinya secara serius—maka Anda akan paham tentang inti dari seluruh ajaran para sufi. Kegagalan dalam memahami konsep ini seringkali menimbulkan kesalahpahaman, yang tak jarang berujung dengan penyesatan dan pengafiran manusia-manusia pilihan Tuhan. Lalu apa itu wahdatul wujûd? Tulisan ini tak akan berkecamuk dengan perdebatan teologis-filosofis seputar istilah itu. Tulisan ini hanya...

GUS DUR dan GURU SEKUMPUL. Politik dan Kualatnya Orang-Orang yang Menghina dan Menjegal Gus Dur.

Minggu yang lalu saya pulang ke kampung halaman, Tabalong, yang berada sekitar 200 kilometer dari Banjarmasin. Dalam perjalanan dari Banjarmasin, kami singgah di sebuah warung makan di kota Kandangan. Seperti umumnya warung dan rumah orang Banjar di kawasan ini, dinding warung ini dipenuhi poster foto-foto ulama. Di antara puluhan poster foto itu, ada foto Tuan Guru H. Zainie Ghanie atau biasa dipanggil dengan sebutan "Guru Sekumpul" duduk  bersila berhadapan dengan KH Abdurrahman Wahid, atau akrab disebut Gus Dur. Jika Guru Sekumpul mengenakan baju koko putih dan serban putih, maka Gus Dur mengenakan kemeja batik oranye dan peci hitam. Tangan kanan Guru Sekumpul berada di bahu Gus Dur. Jelas keduanya terlihat akrab dan dekat. Pemasangan poster foto ulama adalah salah satu wujud penghormatan terhadap para ulama. Pemasangan poster Guru Sakumpul dan Gus Dur, menunjukkan penghormatan pemilik restoran pada sosok ulama tersebut. Dan sudah barang tentu ia berharap orang-ora...

Haul Gusdur ke-9, Muhasabah Kebangsaan: Cinta Itu Menggerakkan

Muhasabah Kebangsaan (Catatan Haul Gus Dur ke 9, bag. 2) CINTA ITU MENGGERAKKAN Al-Zastrouw Puluhan ribu orang dari pelosok desa dan kota se Solo Raya hadir memadati stadion Sriwedari Solo. Stadion bersejarah yang menjadi tempat pelaksanaan PON  pertama itu tidak mampu menampung jamaah hingga neluber ke jalan-jalan di seputar stadion. Jalan-jalan protokol solo macet karena menjadi tempat parkir kendaraan para jamaah. Beberapa tokoh dan pejabat hadir diantaranya KH. Mustofa Bisri (gus Mus), Prof  Mahfud MD, Prof. Oman Abdurrahman (Staf Ahli Menag), mbak Yeni Wahid (putri Gus Dur), Gus Yasin (Wagub Jateng), Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng, Wali Kota Solo dan Wakilnya. Mereka hadir dengan bekal dan biaya sendiri sebagai wujud kecintaan pada Gus Dur dan para ulama. Mereka hadir untuk memperingati haul gus Dur ke 9. Acara yang digagas dan dikordinir oleh mas Husen Syifa' ini berlangsung meriah tapi tetap khusyu'. Sebelum acara puncak, pengajian akbar,  pagi hari dil...

TEGAS! KH. Marzuqi Mustamar Bungkam Kelompok Ahli Fitnah

Gambar
KH. Marzuqi Mustamar bungkam gerombolan kelompok yang Tuduh Liberal kepada Gus Dur, Kyai Sa'id, dan NU. Saat tabayyun di Lirboyo, Kyai Said menjelaskan semua tuduhan yang dialamatkan kepada Kyai Said di hadapan Mbah Idris, Mbah Anwar Mansur, Gus Imam dan Masyayikh Lirboyo lainnya. Mulai tuduhan Syi’ah, tuduhan makelar Seminari, tuduhan liberal, tuduhan antek Wahabi, semuanya dijelaskan dihadapan para masyayikh Lirboyo saat itu, dan clear bahwa tuduhan itu adalah fitnah yang keji Kyai Marzuki mengajak dialog para hadirin : "Saiki aku tak tekon sampean kabeh! Kalau guru-guru Kyai Said wis ridho, wis iso nompo penjelasane Kyai Said, njur sampean kabeh sing dudu guru lan dudu sopo-sopo kok gak percoyo Kyai Said, opo sampean luwih alim dari Mbah Idris Lirboyo? Luwih pinter dari para masyayikh Lirboyo? yen sampean luwih pinter lan luwih alim, yo sak karepmu (pungkas Kyai Marzuki). Saiki masalah NU, banyak orang yang bilang : ”Saya NU nya mbah Hasyim yang lurus, bukan NU ala G...

KEBERANIAN DUO & AQIL SIROJ YANG MEMBUAT GEMPAR

KEBERANIAN DUO 'AQIL SIROJ' YANG MEMBUAT GEMPAR Abuya Jafar Shadiq Aqil Siroj (Alm) dan Abuya Said Aqil Siroj adalah dua putra dari Kiai Aqil Siroj, Ponpes Khas Kempek Cirebon. Keduanya memiliki keberanian dan ketegasan yang hampir sama. Di mata para santrinya, benar-benar tidak ada rasa takut dalam diri mereka, selagi urusannya masih dengan manusia. Bagi keduanya, hanya Allah yang perlu ditakuti. Di ranah publik, utamanya kepada pemerintah, yang baginya tidak adil, Abuya Jafar selalu mengkritik keras, sekalipun pada hal-hal sepele. Suatu hari kala Penulis masih mengaji Alfiyah kepada Abuya Jafar, Abuya bercerita kepada kami, santri Kempek saat itu, bahwa beberapa Kiai di Cirebon telah diberi sarung oleh Gubernur Aher pada masanya. Namun, sarung yang diberikan Gubernur kepada Buya Jafar lebih bagus daripada sarung-sarung yang ia beri kepada kiai-kiai lain. Sontak saja, Abuya dengan nada tegas dan berani berkomentar di depan Gubernur, "Saya tidak terima sarung ini jika ki...

K.H. Sa`id Aqil Siraj: Nabi saw. Diutus dan Diperintah Bentuk Umat Moderat (Ummatan Wasatha)

Gambar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan tausiyah pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-73 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ahad (27/1). Dalam tausiyahnya, Kiai Said menegaskan bahwa dalam Al-Qur’an tidak disebutkan Nabi Muhammad membentuk umat Islam. Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk membentuk suatu organisasi yang bernama ummatan wasathan (umat yang moderat). Menurut Kiai Said, perintah membentuk umat yang moderat itu supaya umat memiliki peran dan berkualitas. “Muslimat keren tidak? Hebat tidak? Berperan?” Tanya Kiai Said yang kemudian langsung dijawab oleh ibu-ibu Muslimat NU dengan keren dan baik. Kiai Said mengemukakan bahwa terdapat sejumlah peran yang harus dikembangkan oleh umat yang moderat. Pertama, peran agama. Menurutnya, NU sudah seharusnya menguasai berbagai kegiatan dan jabatan keagamaan, seperti khotbah, imam masjid, dan kepala KUA. Sebabnya, jika NU tidak memegangnya, maka segala praktik keaga...

Simak Faktanya: Gebyar HUT Muslimat ke-73 Jadi Perbincangan Teratas Dunia Maya dan Nyata

Gambar
Menggebyarnya peringatan hari lahir ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya di dunia nyata, tetapi ramai dan menjadi perbincangan teratas di media sosial twitter. Harlah yang dihadiri tak kurang dari 120.000 warga Muslimat NU ini merajai trending topic di twitter. Bahkan dari Sabtu (26/1) malam hingga saat ini, tiga tagar terkait Harlah Muslimat mendominasi trending topic. Tiga tagar tersebut ialah #HarlahMuslimatNU73 #Harlah73MuslimatNU dan MuslimatandiGBK. Antusiasme anggota Muslimat NU dari 43 provinisi dan 7 PCI Muslimat NU luar negeri terlihat mulai memenuhi jalanan ibu kota Jakarta sejak Sabtu. Malam mereka mulai menjejaki stadion sepak bola termegah di Indonesia itu. Lewat tengah malam, mereka bermuhasabah dan bermunajat dalam shalat tahajud, shalat hajat, dan istighotsah yang dipimpin oleh Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim. Khidmah tersebut ibu-ibu Muslimat tujukan untuk keselamatan dan kedamaian bangsa. Bahkan, m...

ISLAM NUSANTARA SEBAGAI JALAN TENGAH PERDAMAIAN

Gambar
ISLAM NUSANTARA SEBAGAI JALAN TENGAH PERDAMAIAN                                                     Sejak runtuhnya turki usmani pada tahun 1922, dekadensi kejayaan islam semakin terasa. Mengingat imperium yang berdiri tahun 1299 ini sebagai penanda terkhir akan masa kejayaan Islam yang di mulai pada pemerintahan Abbasiyah di Bagdad. Dimana para ilmuan yang dahulu sangat gampang di temukan dalam dunia islam, sejak saat itu mulai jarang di temukan bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga kegelapan keilmuan yang melanda Eropa, kini berbalik ke arah timur, menyelimuti dunia Islam yang putus asa. Daulah Usmaniyah yang menyatukan tanah arab pada masa kejayaanya, kini kehilangan kendali. Banyak wilayah kekuasaan turki usmani di ambil ali...

Ramai Diperbincangkan, Kalender 1895 Sama dengan Kalender 2019. Inilah Penjelasannya Ilmiahnya.

Gambar
Hari–hari ini ramai beredar dalam jagat maya tentang lembaran kalender 1895, yang sama persis dengan 2019. Yakni dalam hal hari untuk setiap tanggal didalamnya. Misalnya, 1 Januari 2019 dan 1 Januari 1895 ternyata sama-sama bertepatan dengan hari Selasa. Kesamaan ini memantik pertanyaan, bagaimana semua itu bisa terjadi? Terdapat beraneka ragam kalender yang semuanya mengacu pada pergerakan benda–benda langit. Ada yang hanya mengacu ke Matahari, yang dikenal sebagai kalender Matahari (solar). Ada pula yang hanya mengacu ke Bulan, membuatnya dinamakan kalender Bulan (lunar). Sebaliknya ada pula yang mengacu pada Matahari dan Bulan sekaligus, yang disebut kalender lunisolar. Bahkan ada juga yang mengacu pada Matahari dan Zahara (Venus), misalnya kalender suku Maya. Kalender Masehi merupakan kalender terpopuler pada masakini. Meski berakar sebagai kalender religi (yakni kalender Nasrani), namun dalam kurun satu seperempat abad terakhir terdapat upaya-upaya menjadikannya kalende...

Membangun Peradaban Melalui Khilafah Literasi - Prof. DR.Said Aqil Sirodj

Gambar
Oleh: Prof. DR.Said Aqil Sirodj MEMBANGUN peradaban berbasis pengetahuan tampaknya saat ini jadi kebutuhan mendesak. Fakta kian menguatnya ekstremisme dengan variannya, seperti intoleransi dan narasi kebencian, telah memicu keprihatinan sekaligus memacu kepedulian untuk bergerak kembali pada penguatan keilmuan dan literasi. Sungguh fakta yang menggiriskan. Berita-berita yang belum jelas kebenarannya alias hoaks yang diposting seketika secara kalap dikomentari tanpa refleksi kritis dan tabayun. Ironisnya, tak sedikit kalangan khalayak umum bisa ”mendadak jihadis” dalam menyikapi berita-berita simpang siur tersebut. Hujatan dan caci maki menghambur terhadap mereka yang berbeda pandang. Radikal kambuhan Seorang peneliti bercerita kepada saya. Tuturnya, ada fakta beberapa eks narapidana teroris (napiter) yang sudah keluar penjara dengan rentang waktu yang berbeda dan sudah mendapatkan program deradikalisasi mendadak bagai macan yang terbangun dari tidurnya. Sontak dia menjadi ...