Postingan

Menampilkan postingan dengan label Indonesia

GUS DUR dan GURU SEKUMPUL. Politik dan Kualatnya Orang-Orang yang Menghina dan Menjegal Gus Dur.

Minggu yang lalu saya pulang ke kampung halaman, Tabalong, yang berada sekitar 200 kilometer dari Banjarmasin. Dalam perjalanan dari Banjarmasin, kami singgah di sebuah warung makan di kota Kandangan. Seperti umumnya warung dan rumah orang Banjar di kawasan ini, dinding warung ini dipenuhi poster foto-foto ulama. Di antara puluhan poster foto itu, ada foto Tuan Guru H. Zainie Ghanie atau biasa dipanggil dengan sebutan "Guru Sekumpul" duduk  bersila berhadapan dengan KH Abdurrahman Wahid, atau akrab disebut Gus Dur. Jika Guru Sekumpul mengenakan baju koko putih dan serban putih, maka Gus Dur mengenakan kemeja batik oranye dan peci hitam. Tangan kanan Guru Sekumpul berada di bahu Gus Dur. Jelas keduanya terlihat akrab dan dekat. Pemasangan poster foto ulama adalah salah satu wujud penghormatan terhadap para ulama. Pemasangan poster Guru Sakumpul dan Gus Dur, menunjukkan penghormatan pemilik restoran pada sosok ulama tersebut. Dan sudah barang tentu ia berharap orang-ora...

TEGAS! KH. Marzuqi Mustamar Bungkam Kelompok Ahli Fitnah

Gambar
KH. Marzuqi Mustamar bungkam gerombolan kelompok yang Tuduh Liberal kepada Gus Dur, Kyai Sa'id, dan NU. Saat tabayyun di Lirboyo, Kyai Said menjelaskan semua tuduhan yang dialamatkan kepada Kyai Said di hadapan Mbah Idris, Mbah Anwar Mansur, Gus Imam dan Masyayikh Lirboyo lainnya. Mulai tuduhan Syi’ah, tuduhan makelar Seminari, tuduhan liberal, tuduhan antek Wahabi, semuanya dijelaskan dihadapan para masyayikh Lirboyo saat itu, dan clear bahwa tuduhan itu adalah fitnah yang keji Kyai Marzuki mengajak dialog para hadirin : "Saiki aku tak tekon sampean kabeh! Kalau guru-guru Kyai Said wis ridho, wis iso nompo penjelasane Kyai Said, njur sampean kabeh sing dudu guru lan dudu sopo-sopo kok gak percoyo Kyai Said, opo sampean luwih alim dari Mbah Idris Lirboyo? Luwih pinter dari para masyayikh Lirboyo? yen sampean luwih pinter lan luwih alim, yo sak karepmu (pungkas Kyai Marzuki). Saiki masalah NU, banyak orang yang bilang : ”Saya NU nya mbah Hasyim yang lurus, bukan NU ala G...

ISLAM NUSANTARA SEBAGAI JALAN TENGAH PERDAMAIAN

Gambar
ISLAM NUSANTARA SEBAGAI JALAN TENGAH PERDAMAIAN                                                     Sejak runtuhnya turki usmani pada tahun 1922, dekadensi kejayaan islam semakin terasa. Mengingat imperium yang berdiri tahun 1299 ini sebagai penanda terkhir akan masa kejayaan Islam yang di mulai pada pemerintahan Abbasiyah di Bagdad. Dimana para ilmuan yang dahulu sangat gampang di temukan dalam dunia islam, sejak saat itu mulai jarang di temukan bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga kegelapan keilmuan yang melanda Eropa, kini berbalik ke arah timur, menyelimuti dunia Islam yang putus asa. Daulah Usmaniyah yang menyatukan tanah arab pada masa kejayaanya, kini kehilangan kendali. Banyak wilayah kekuasaan turki usmani di ambil ali...