Postingan

Menampilkan postingan dengan label santri

Membangun Intelektual Santri Masa Kini

Gambar
ِِApakah Anda santri? Santri identik dengan sarung, tapi tidak melulu yang bersarung adalah santri—bisa jadi orang tua santri atau tetangga santri. Di pesantren sarung mempunyai filosofi tinggi, saya mengartikan sarung ialah “sarune dikurung” (sarung). Artinya, sarung merupakan instruksi kehidupan, agar manusia mengedepankan rasa malu, tidak sombong, tidak arogan, apalagi sembrono. Karena itu, dalam kultur pesantren saling menghormati diutamakan, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Manusia mempunyai lima dimensi yang harus dikendalikan; pikiran (akal), perasaan (hati), ucapan, tindakan, dan hawa nafsu. Dan “sarung (sarune dikurung)” mempunyai makna agar manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya. Bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh Arnold Toynbee, “titik lemah manusia adalah bahwa kita belum menemukan jalan yang lebih baik untuk menjaga martabat kita kecuali secara semu menutupi alat dan fungsi hewani kita.” Namun, ...

Jauhi Iskandal Spiritual - Prof. Dr. Nazaruddin Umar MA

Gambar
Oleh: Prof Dr Nazaruddin Umar MA Imam Besar Masjid Istiqlal, Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah, dan Rektor Perguruan Tin ggi Ilmu Al-Qur’an. DALAM kosmologi Islam, skandal spiritual yang menyebabkan jatuhnya sejumlah makhluk dari langit kebahagiaan ke bumi merupakan penderitaan. Malaikat jatuh karena mereka membangkang (aba) dan takbut (istikbar). Malaikat turun ke Baitul Ma'mur dari 'Arasy karena mempertanyakan kebijakan Tuhan (overkritis) dan menepuk dada sebagai ahli ibadah ( al-`alin ), sedangkan manusia jatuh ke bumi karena tidak kuat menahan nafsu. Dalam sebuah hadis yang diceritakan di dalam kitab Ihya 'Ulum al-Din karya Imam al-Gazali, ada seorang alim dan ahli ibadah yang semata-mata mencurahkan waktu dan pikirannya untuk mendekat-kan diri kepada Allah SWT. Ia banyak mengasingkan diri untuk menghindari kemungkinan terjadinya kontaminasi dosa dari orang-orang awam. Suatu ketika seorang pelacur mencari ulama untuk curhat dan sek...

Menghayati Makna Basmalah - Prof. Dr. Nazaruddin Umar. MA.

Gambar
Menghayati Basmalah Oleh: Prof Dr Nazaruddin Umar MA Imam Besar Masjid Istiqlal, Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah, dan Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an. Dalam sebuah riwayat, aukama qala al-Nabiy SAW, mengatakan, "Jika keseluruhan ayat Al-Quran itu disimpulkan, kesimpulannya ialah Surah Al-Fatihah. Jika Surah al-Fatihah dipadatkan, pemadatannya ialah ayat pertamanya Bism Allah al-Rahman al-Rahim . Itulah sebabnya surah ini disebut induknya Alquran (umm al-Quran). Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan induknya keseluruhan kitab (umm al-kitab). Dengan demikian, inti keseluruhan kitab yang pernah diturunkan Allah SWT kepada para nabi-Nya ialah basmalah. Mungkin, itulah sebabnya mengapa Nabi pernah menegaskan, apa pun yang akan dikerjakan, bacalah Bism Allah al-Rahman al-Rahim (Dengan atau atas nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Setiap kali mengawali surah, kecuali Surah at-Taubah, Rasulullah SAW berdasarkan petunjuk-Nya selalu dia...