SARABA AMPAT - MANAQIB SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI
Oleh : Tuan Guru Wildan Salman, Martapura.
(Dibacakan Beliau Pada Haul Ke 208, Tahun 2016 Silam).
*****
(Dibacakan Beliau Pada Haul Ke 208, Tahun 2016 Silam).
*****
Majelis haul yang dimuliakan Allah.
Imam Syihabuddin Ahmad bin Hijazi Rahimahullah mengatakan:
"Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dari sebahagian sesuatu ada EMPAT yang mulia, yaitu:
1. Allah Ta’ala menjadikan pada tiap-tiap tahun dengan 12 bulan dan terdapat 4 bulan yang mulia, yaitu: Rajab, Zulqai’dah, Zuhijjah, dan Muharram.
2. Dari malaikat, Allah Ta’ala menjadikan ada 4 malaikat pilihan, yaitu: Jibril, Mikail, Isroļ¬l, dan ‘Azroil.
3. Dari kitab-kitab yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi-Nabi-Nya terdapat 4 kitab yang besar, yaitu: Kitab Taurat, Kitab Injil, Kitab Zabur, dan Kitab Alqur’an.
4. Dari anggota manusia yang beriman Allah Ta’ala jadikan 4 anggota yang mulia, yaitu anggota wudhu; muka, tangan, kepala, dan kaki.
5. Allah Ta’ala jadikan kalimat untuk mengingat dan mengagungkanNya dengan 4 kalimat, yaitu: Subhanallah wal Hamdulillah wa Lailaha Illallah, Wallahu Akbar.
6. Dari waktu, Allah Ta’ala jadikan 4, yaitu: Sa’ah (jam), Yaum (hari), Syahr (bulan), dan Sanah (tahun).
7. Dari tiap-tiap tahun Allah Ta’ala jadikan 4 musim, yaitu: Musim Panas, Musim Dingin, Musim Gugur, dan Musim Berkembang.
8. Allah Ta’ala jadikan Khulafau’urrasyidin dengan 4, yaitu; Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Usman, dan Sayyidina Ali.
9. Allah Ta’ala memberikan gelar kemuliaan kepada para Nabi-Nya untuk 4 Nabi dengan 4 gelar, yaitu; Kholilullah kepada Nabi Ibrahim, Kalimullah kepada Nabi Musa, Ruhullah kepada Nabi Isa, dan Habibullah kepada Nabi Muhammad SAW.
10. Allah Ta’ala hiasi langitNya dengan 4, yaitu; Arsy, Kursi, Surga, dan Malaikat.
11. Allah Ta’ala hiasi kepada tiap-tiap jiwa orang mu’min dengan 4, yaitu; Wudhu, Shalat, Shaum (puasa), dan Haji.
12. Dan Allah Ta’ala hiasi pada tiap-tiap hati orang yang beriman dengan 4, yaitu; Ma’rifat, Ilmu, Akal, dan Tauhid.
13. Allah Ta’ala hiasi pada tiap-tiap anggota seseorang dengan 4, yaitu; Mata, Telinga, Tangan, dan Kaki.
14. Allah Ta’ala hiasi bumiNya dengan 4, yaitu, Para Nabi, Para syuhada, Para ulama, dan Para wali.
Imam Syihabuddin Ahmad bin Hijazi Rahimahullah mengatakan:
"Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dari sebahagian sesuatu ada EMPAT yang mulia, yaitu:
1. Allah Ta’ala menjadikan pada tiap-tiap tahun dengan 12 bulan dan terdapat 4 bulan yang mulia, yaitu: Rajab, Zulqai’dah, Zuhijjah, dan Muharram.
2. Dari malaikat, Allah Ta’ala menjadikan ada 4 malaikat pilihan, yaitu: Jibril, Mikail, Isroļ¬l, dan ‘Azroil.
3. Dari kitab-kitab yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi-Nabi-Nya terdapat 4 kitab yang besar, yaitu: Kitab Taurat, Kitab Injil, Kitab Zabur, dan Kitab Alqur’an.
4. Dari anggota manusia yang beriman Allah Ta’ala jadikan 4 anggota yang mulia, yaitu anggota wudhu; muka, tangan, kepala, dan kaki.
5. Allah Ta’ala jadikan kalimat untuk mengingat dan mengagungkanNya dengan 4 kalimat, yaitu: Subhanallah wal Hamdulillah wa Lailaha Illallah, Wallahu Akbar.
6. Dari waktu, Allah Ta’ala jadikan 4, yaitu: Sa’ah (jam), Yaum (hari), Syahr (bulan), dan Sanah (tahun).
7. Dari tiap-tiap tahun Allah Ta’ala jadikan 4 musim, yaitu: Musim Panas, Musim Dingin, Musim Gugur, dan Musim Berkembang.
8. Allah Ta’ala jadikan Khulafau’urrasyidin dengan 4, yaitu; Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Usman, dan Sayyidina Ali.
9. Allah Ta’ala memberikan gelar kemuliaan kepada para Nabi-Nya untuk 4 Nabi dengan 4 gelar, yaitu; Kholilullah kepada Nabi Ibrahim, Kalimullah kepada Nabi Musa, Ruhullah kepada Nabi Isa, dan Habibullah kepada Nabi Muhammad SAW.
10. Allah Ta’ala hiasi langitNya dengan 4, yaitu; Arsy, Kursi, Surga, dan Malaikat.
11. Allah Ta’ala hiasi kepada tiap-tiap jiwa orang mu’min dengan 4, yaitu; Wudhu, Shalat, Shaum (puasa), dan Haji.
12. Dan Allah Ta’ala hiasi pada tiap-tiap hati orang yang beriman dengan 4, yaitu; Ma’rifat, Ilmu, Akal, dan Tauhid.
13. Allah Ta’ala hiasi pada tiap-tiap anggota seseorang dengan 4, yaitu; Mata, Telinga, Tangan, dan Kaki.
14. Allah Ta’ala hiasi bumiNya dengan 4, yaitu, Para Nabi, Para syuhada, Para ulama, dan Para wali.
Majelis haul yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta'ala.
Menurut riwayat, Syekh Semman al-Madani pun mempunyai 4 khalifah untuk Indonesia, yaitu: Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, Syekh Abdussamad Palembang, Syekh Abdul Wahab Bugis, dan Syekh Abdurrahman Mishri.
Mereka berikrar untuk sama-sama berkhidmad kepada Rasulullah saw. dalam mengembangkan dan menyebarluaskan agama Islam di tempat mereka masing-masing. Maka rombongan Khalifah Syekh Semman al-Madani pulang ke Indonesia pun dengan 4 ulama dan wali yang sudah kita sebutkan di atas.
Berkaitan dengan hal tersebut, pada hari ini (pada peringatan tahun 2016 lalu, red) kami membacakan manaqib dan kelebihan-kelebihan salah satu dari 4 khalifah Syekh Semman al-Madani, yakni Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari; Seorang ulama dan wali-Nya yang dijadikan Allah Ta’ala untuk menghiasi bumi ini.
Kalau boleh saya meringkas dan mengaitkan kepada saraba (serba) empat kemuliaan yang kita baca tadi, maka mengenai Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, saya akan membacakan empat macam sebagai berikut.
---YANG PERTAMA---
Dari Manaqib Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dapat dirangkum juga dengan empat bagian, yaitu:
1. Wiladatuhu wa Wafatuhu (kelahiran dan wafat Beliau).
2. Nasab Beliau.
3. Perjalanan Beliau dalam menuntut ilmu. Dan
4. Perjalanan Beliau dalam Menyebarluaskan Ilmu Agama.
Dari Manaqib Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dapat dirangkum juga dengan empat bagian, yaitu:
1. Wiladatuhu wa Wafatuhu (kelahiran dan wafat Beliau).
2. Nasab Beliau.
3. Perjalanan Beliau dalam menuntut ilmu. Dan
4. Perjalanan Beliau dalam Menyebarluaskan Ilmu Agama.
Saya mulai dengan yang ke:
1.Wiladatuhu wa Wafatuhu.
Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pada malam Kamis tanggal 15 Shafar 1122 H/ 19 Maret 1710 M. di Kampung Lok Gabang Martapura. Beliau wafat pada malam Selasa tanggal 6 Syawal 1227 H, dengan usia 105 tahun, dan dimakamkan di Kampung Kalampayan Martapura.
1.Wiladatuhu wa Wafatuhu.
Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pada malam Kamis tanggal 15 Shafar 1122 H/ 19 Maret 1710 M. di Kampung Lok Gabang Martapura. Beliau wafat pada malam Selasa tanggal 6 Syawal 1227 H, dengan usia 105 tahun, dan dimakamkan di Kampung Kalampayan Martapura.
2.Nasab Beliau.
Menurut silsilah yang kami dapat, Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari bin Abdullah bin Abdurrahman dari Abu Bakar Al’Adani bin Abdullah al-Aydarus bin Abu Bakar Assakron bin Abdurrahman Assegaaf bin Muhammad Mauladdawillah bin Ali bin Alwi bin Habib Muhammada al Faqih Muqaddam.
Menurut silsilah yang kami dapat, Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari bin Abdullah bin Abdurrahman dari Abu Bakar Al’Adani bin Abdullah al-Aydarus bin Abu Bakar Assakron bin Abdurrahman Assegaaf bin Muhammad Mauladdawillah bin Ali bin Alwi bin Habib Muhammada al Faqih Muqaddam.
3.Perjalanan Beliau dalam Menuntut Ilmu.
Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pada masa kecil beliau dididk oleh orangtua beliau sendiri dalam ilmu Tauhid dan membaca Alqur’an. Sesudah dewasa beliau berangkat ke Mekkah untuk memperdalam ilmu-ilmu agama. Beliau bermukim di Mekkah dan Madinah selama 30 tahun, dan tidak kurang dari 25 kali berhaji. Beliau menguasai lebih dari 35 bidang ilmu dan berbagai sanad dan ijazah yang diterima langsung dari Guru-Guru Beliau. (Guru Wildan kemudian menyebutkan sebanyak 17 di antara Guru-Guru Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dari Mekkah dan Madinah, red).
Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pada masa kecil beliau dididk oleh orangtua beliau sendiri dalam ilmu Tauhid dan membaca Alqur’an. Sesudah dewasa beliau berangkat ke Mekkah untuk memperdalam ilmu-ilmu agama. Beliau bermukim di Mekkah dan Madinah selama 30 tahun, dan tidak kurang dari 25 kali berhaji. Beliau menguasai lebih dari 35 bidang ilmu dan berbagai sanad dan ijazah yang diterima langsung dari Guru-Guru Beliau. (Guru Wildan kemudian menyebutkan sebanyak 17 di antara Guru-Guru Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dari Mekkah dan Madinah, red).
4.Perjalanan Beliau dalam Menyebarluaskan Ilmu Agama.
Perjalanan Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam menyebarluaskan ilmu agama dapat disimpulkan dengan empat kesimpulan;
1). Beliau bersungguh-sungguh menyebarluaskan ilmu agama dengan menjadikan Kampung Dalam Pagar sebagai tempat atau markas Beliau dalam mengajarkan ilmu agama.
2). Beliau bersungguh-sungguh dalam berdakwah dengan menjadikan Kota Martapura sebagai Kota Serambi Mekkah.
3). Beliau bersungguh-sungguh mengkaderkan murid-murid beliau dan khususnya anak cucu zuriat beliau sampai berhasil sehingga bisa diutus ke berbagai pelosok dan daerah-daerah mulai Kalimantan sampai ke Luar Negeri seperti Malaysia, Brunai, dan Filipina.
4). Beliau bersungguh-sungguh dalam mengarang ilmu-ilmu agama yang Beliau timba mulai Beliau berada di Mekkah dan Madinah.
Perjalanan Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam menyebarluaskan ilmu agama dapat disimpulkan dengan empat kesimpulan;
1). Beliau bersungguh-sungguh menyebarluaskan ilmu agama dengan menjadikan Kampung Dalam Pagar sebagai tempat atau markas Beliau dalam mengajarkan ilmu agama.
2). Beliau bersungguh-sungguh dalam berdakwah dengan menjadikan Kota Martapura sebagai Kota Serambi Mekkah.
3). Beliau bersungguh-sungguh mengkaderkan murid-murid beliau dan khususnya anak cucu zuriat beliau sampai berhasil sehingga bisa diutus ke berbagai pelosok dan daerah-daerah mulai Kalimantan sampai ke Luar Negeri seperti Malaysia, Brunai, dan Filipina.
4). Beliau bersungguh-sungguh dalam mengarang ilmu-ilmu agama yang Beliau timba mulai Beliau berada di Mekkah dan Madinah.
---YANG KEDUA---
Dari tulisan dan karangan Beliau terdapat empat kitab untuk pengamalan sehari-hari, yaitu; 1. Kitab Alqur’an. 2. Kitab Sabilal Muhtadin (Ilmu Fiqih). 3. Kitab Tuhfaturrogibiin (Ilmu Tauhid), dan 4. Kitab Kanzul Ma’rifah (Ilmu Tasawuf).
Dari tulisan dan karangan Beliau terdapat empat kitab untuk pengamalan sehari-hari, yaitu; 1. Kitab Alqur’an. 2. Kitab Sabilal Muhtadin (Ilmu Fiqih). 3. Kitab Tuhfaturrogibiin (Ilmu Tauhid), dan 4. Kitab Kanzul Ma’rifah (Ilmu Tasawuf).
---YANG KETIGA---
Beliau menjadi ulama yang sempurna karena menguasai empat dasar ilmu agama, yakni: 1. Beliau menguasai dalam ilmu Alqur’an. 2. Beliau menguasai dalam ilmu Fiqih. 3. Beliau menguasai dalam ilmu Tauhid. Dan 4. Beliau menguasai dalam ilmu Tasawuf.
Beliau menjadi ulama yang sempurna karena menguasai empat dasar ilmu agama, yakni: 1. Beliau menguasai dalam ilmu Alqur’an. 2. Beliau menguasai dalam ilmu Fiqih. 3. Beliau menguasai dalam ilmu Tauhid. Dan 4. Beliau menguasai dalam ilmu Tasawuf.
---YANG TERAKHIR YAITU YANG KE-EMPAT---
Alqur’an atau Mushaf yang ditulis oleh Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pun juga mempunyai empat keistimewaan, yaitu: 1. Terdapat banyak ornamen-ornamen atau hiasan menarik dan melambangkan cirri khas Islam budaya Banjar. 2.Dilengkapi dengan Qira’at. 3.Pada waqaf-waqaf yang berlandaskan ijazah. 4.Penentuan baris-baris yang ada perbedaan pada cetakan diantara beberapa mushaf yang lain.
Alqur’an atau Mushaf yang ditulis oleh Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pun juga mempunyai empat keistimewaan, yaitu: 1. Terdapat banyak ornamen-ornamen atau hiasan menarik dan melambangkan cirri khas Islam budaya Banjar. 2.Dilengkapi dengan Qira’at. 3.Pada waqaf-waqaf yang berlandaskan ijazah. 4.Penentuan baris-baris yang ada perbedaan pada cetakan diantara beberapa mushaf yang lain.
Majlis haul yang dimuliakan Allah subhaanahu wa ta'ala...
Inilah yang bisa saya bacakan dari Manaqib singkat Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.
Inilah yang bisa saya bacakan dari Manaqib singkat Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.
Mudah-mudahan bisa menjadi contoh dan panutan bagi kita semua, mulai dari beliau menuntut ilmu dengan masa yang cukup lama, yaitu 30 tahun di Mekkah dan Madinah yang mana masa tersebut adalah masa yang sangat lama, sehingga bisa memberikan contoh ketekunan, kegigihan, dan pengorbanan menuntut ilmu. Dan menjadi contoh kita pada pengabdian dalam berdakwah menyebarluaskan ilmu agama.
*****
*****
Tulisan ini pernah dimuat di Media Kalimantan pada 11 Juli 2016
Komentar
Posting Komentar