6 KEAJAIBAN DAN KECANGGIHAN BAHTERA NUH AS.

6 KEAJAIBAN BAHTERA NABI NUH AS.
Kapal nabi Nuh dianggap sebagai mukjizat Ilahiyah menurut semua barometer. Bahtera tersebut memiliki panjang sekitar 300 hasta dan lebar 20 hasta. Artinya, luas bahtera ini sekitar 6000 hasta setara dengan kurang lebih 3000M² yang terdiri dari 3 lantai dengan ketinggian 50 hasta, setara dengan bangunan yang terdiri dari 8 lantai. Sementara, lantai paling dasar memakai atap kayu. 
Dalam kisah Nuh as., fenomena pembuatan bahtera memiliki banyak keajaiban, diantaranya sebagai berikut,

{Keajaiban pertama}
Inspirasi pembangunan kapal berasal dari malaikat Jibril mulai dari penyusunan papan kayu hingga setiap paku yang ia tancapkan, dengan detail diwahyukan dari Jibril kepada nabi Nuh as. Sebab ia belum mengetahui sama sekali tentang teknologi pembuatan kapal. Maka dari itu, para malaikat turut serta membantu dan bekerja sama dalam pembuatannya. 
Allah swt. Berfirman, 
وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلاَ تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِنَّهُمْ مُّغْرَقُونَ
“Dan bangunlah bahtera dengan mata dan wahyu kami. Janganlah engkau berseru kepada kami tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan.”
Kapal itu terbuat dari kayu yang terikat dengan paku. 
Allah swt. berfirman, 
وحملناه على ذات ألواح ودسر
“Dan kami membawanya dengan papan-papan dan paku.”
Nuh as. Membangun sebuah kapal di tengah hamparan padang pasir, tidak seperti halnya pembuatan kapal oleh para insinyur perkapalan yang membangunnya di tepi laut ataupun sungai. Hal inilah yang membuatnya diejek oleh kaumnya sebab mereka tidak mengetahui pengetahuan tentang pembuatan kapal dan tidak pula mengerti apa yang diperbuat oleh Nuh as. apa yang dilakukan oleh Nuh?
Allah swt. Berfirman, 
وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلأٌ مِّن قَوْمِهِ سَخِرُواْ مِنْهُ قَالَ إِن تَسْخَرُواْ مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ* فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيم.
“Dan Nuh membangun sebuah bahtera. Dan setiap kali para pemimpin kaumnya melewatinya, mereka mengejeknya. Jika (saat ini) kalian mengejek kami, niscaya kami akan mengejek kalian kelak, sebagaimana kalian mengejek kami. Kalian akan mengetahui siapakah yang akan mendapatkan siksa yang mempermalukan dan siksa yang kekal yang akan menimpanya.”

{Keajaiban kedua)
Allah swt. Memerintahkan Nuh as. untuk mengemudikan kapal,
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آمَنَ ۚ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ
“Hingga apabila perintah Kami datang dan tungku telah menyala, Kami berfirman, ‘Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman’ Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.’”
Ada banyak perbedaan pendapat tentang tungku. Namun pendapat yang masyhur ialah cahaya yang keluar dari tungku rumah. 
{Keajaiban ketiga}
Kapal tersebut kuat terhadap guncangan derasnya air dan tingginya gelombang yang dahsyat. 
Allah swt. Telah menjelaskannya dalam firman-Nya, 
وهي تجري بهم في موج كالجبال
“Ia berlayar membawa mereka dalam gelombang besar bagaikan gunung”
Dari sini jelas bahwa air yang muncul memiliki kekuatan ombak yang kuat dan tinggi mencapai ketinggian pegunungan yang membuktikan kekuatan dan intensitas air yang mengalir deras dan cepat di dalamnya hingga mampu menenggelamkan apa pun yang berada di atas dan meliputinya dari segala penjuru arah. Kapal nabi Nuh as. tetap berjalan dengan tenang di atas air tersebut. 
Kapal nabi Nuh as. mampu menahan derasnya air yang muncul dari tanah dan langit hingga mendarat di atas gunung Al-Judi setelah selama 40 hari. Ada juga yang mengatakan tiga bulan dan lebih dari itu. 
Belum lagi kekuatan tekanan air dan kemampuan merusak serta segala yang diakibatkan oleh air hingga disebutkan bahwa volume air yang telah menelan bumi sekitar 160.000 kali lebih besar dari samudra Atlantik. Disebutkan sekitar 6,666.000.000M² yang mampu menenggelamkan yang ada di muka bumi seperti tidak pernah ada sebelumnya. 
Allah swt. berfirman,
ففتحنا أبواب السماء بماء منهمر * وفجرنا الأرض عيوناً فالتقي الماء على أمر قد قدر
“Dan kami bukakan pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan.” 
Air yang tidak mungkin ada kapal yang bisa selamat darinya. Tetapi, apa keanehannya? Ia terjadi di hadapan Allah swt. dan mengalir sesuai perintah-Nya yang menjaga kapal untuk tetap aman dalam pemeliharaannya hingga saat berlabuh.
Allah swt. berfirman, 
باسم الله مجراها ومرساها
“Dengan nama Allah, jalan dan tempat berlabuhnya (bahtera)”  
Allah swt. Berfirman,
تجري بأعيننا جزاءً لمن كان كفر
“Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang kafir.”

{Keajaiban keempat}
Kapal nabi Nuh as. melaju sangat cepat di tengah hiruk pikuk banjir berupa air yang mengalir dari dalam bumi dan turun dari langit serta gelombang ombak yang sangat tinggi.
Walaupun perahu itu tidak memiliki mesin penggerak, nakhoda atau kompas petunjuk sebab tidak terdapat layar, dayung, kemudi, maupun mesin seperti yang kita kenal sekarang, kapal ini dijalankan dengan kehati-hatian dengan kepemimpinan dan manajemen kelangsungan hidup dan perlindungan bagi penumpangnya.
Allah swt. Berfirman, 

بسم الله مجراها ومرساها
“(Naiklah) Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.”
Allah swt. Berfirman, 
تجري بأعيننا جزاءً لمن كان كفر
“Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang kafir.”

{Keajaiban kelima}
Para penumpang kapal adalah mereka yang beriman kepada Allah swt., semua jenis hewan, burung, serangga, cacing, dan binatang melata masing-masing sepasang-sepasang. 
Allah swt. Berfirman 
واحمل فيها من كل زوجين اثنين
“Dan bawalah dari setiap jenis mereka sepasang.”
Semua jenis makhluk hidup dengan sifat, cara hidup, makanan, dan kebiasaan yang berbeda bersama naik ke dalam bahtera Nuh as. Mereka hidup bersama secara damai tanpa ada kontradiksi dan pertentangan selama lebih dari 40 hari hidup di dalam kapal hingga mencapai pemberhentian akhirnya yaitu gunung Al-Judi di selatan Turki perbatasan Irak dan Suriah. 
Allah swt. Telah menggambarkannya sebagai kapal yang penuh dengan muatan dan berjanji untuk menyelamatkannya bersama Nuh as. Dan orang-orang yang beriman. Allah swt. Berfirman, 
وأنجيناه ومن معه في الفلك المشحون
“Dan kami selamatkan ia dan orang-orang beriman bersamanya di dalam kapal yang bermuatan.”
Dengan demikian, kapal tersebut dari segi konstruksi, kekuatan, daya tahan, kecepatan, dan muatan di dalamnya dianggap sebagai mukjizat ilahi bagi Nuh as. Yang melampaui kemampuan manusia biasa lainnya. Dia mendapat petunjuk dari Jibril as. Setiap langkah demi langkah sedangkan ia bukanlah kapten atau nakhoda.

 {Keajaiban keenam}
Setelah kapal berlabuh di Gunung Al-Jud dan Allah swt. Menyelamatkan orang-orang-orang mukmin dan menenggelamkan orang-orang kafir, Dia memerintahkan bumi untuk menyerap airnya dan memerintahkan langit untuk menghentikan hujan badainya, maka berakhirlah semuanya sebagai tanda kemukjizatan yang besar bagi alam semesta sebagaimana disebutkan dala. Firman-Nya,
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan dikatakan, ‘Hai bumi, telanlah airmu. Hai langit, hentikan hujanmu. Maka surutlah air dan perintah pun ditunaikan Dan bahtera pun berlabuh di gunung al-Jud.”
Allah swt. Berfirman, 
وجعلناها آية للعالمين
“Dan kami menjadikannya sebagai tanda (kebesaran-Nya) bagi dunia.”

Terakhir, nabi Nuh as. Memiliki 4 orang putra Sem, Ham, Yafet, dan Kan’aan. Diantara mereka hanya Kan’aan yang tidak beriman dan termasuk orang yang tenggekam dan binasa dalam banjir sedangkan ketiga putra lainnya mereka beriman dan diselamatkan dalam kapal tersebut.
Allah swt berfirman, 
وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الكَافِرِينَ * قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ المَاءِ قَالَ لَا عَاصِمَ اليَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا المَوْجُ فَكَانَ مِنَ المُغْرَقِينَ
“Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir. Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.”
Dari keturunan nabi Nuh, Sem, Ham, dan Yafet umat manusia berkembang biak dan menghuni bumi kembali. 
Adapun Sem menjadi nenek moyang keturunan bangsa Arab dan Yahudi. Yafet menjadi nenek moyang keturunan bangsa Turki dan Romawi, sedangkan Ham menjadi nenek moyang bangsa Ethiopia dan bangsa kulit hitam. 
 Allah swt. Berfirman, 
وجعلنا ذريتهم الباقين وتركنا عليه فى الاخرين سلام على نوح فى العالمين انا كذلك نجزي المحسنين انه من عبادنا المؤمنين. 
“Dan kami jadikan anak cucunya yang melanjutkan keturunan. Dan kami abadikan Nuh untuk kaum yang datang kemudian. Kesejahteraan kami limpahkan atas Nuh dan seluruh alam. Sungguh demikianlah kami membalas orang-orang yang berbuat baik. Sunggub ia termasuk hamba-hamba yang beriman.”.

Wallahu a’lam.
Author: M. Hasan Sr. Lc. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghayati Makna Basmalah - Prof. Dr. Nazaruddin Umar. MA.

Tetap Bertauhid di Zaman Penuh Ujian, begini wejangan Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. (Ketum PBNU)

Sudahkah Kita Menjadi Muttaqin? - Prof Dr Nazaruddin Umar MA