Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

SARABA AMPAT - MANAQIB SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI

Oleh : Tuan Guru Wildan Salman, Martapura. (Dibacakan Beliau Pada Haul Ke 208, Tahun 2016 Silam). ***** Majelis haul yang dimuliakan Allah. Imam Syihabuddin Ahmad bin Hijazi Rahimahullah mengatakan: "Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dari sebahagian sesuatu ada EMPAT yang mulia, yaitu: 1. Allah Ta’ala menjadikan pada tiap-tiap tahun dengan 12 bulan dan terdapat 4 bulan yang mulia, yaitu: Rajab, Zulqai’dah, Zuhijjah, dan Muharram. 2. Dari malaikat, Allah Ta’ala menjadikan ada 4 malaikat pilihan, yaitu: Jibril, Mikail, Isrofil, dan ‘Azroil. 3. Dari kitab-kitab yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi-Nabi-Nya terdapat 4 kitab yang besar, yaitu: Kitab Taurat, Kitab Injil, Kitab Zabur, dan Kitab Alqur’an. 4. Dari anggota manusia yang beriman Allah Ta’ala jadikan 4 anggota yang mulia, yaitu anggota wudhu; muka, tangan, kepala, dan kaki. 5. Allah Ta’ala jadikan kalimat untuk mengingat dan mengagungkanNya dengan 4 kalimat, yaitu: Subhanallah wal Hamdulillah wa Lailaha Illall...

GUS DUR dan GURU SEKUMPUL. Politik dan Kualatnya Orang-Orang yang Menghina dan Menjegal Gus Dur.

Minggu yang lalu saya pulang ke kampung halaman, Tabalong, yang berada sekitar 200 kilometer dari Banjarmasin. Dalam perjalanan dari Banjarmasin, kami singgah di sebuah warung makan di kota Kandangan. Seperti umumnya warung dan rumah orang Banjar di kawasan ini, dinding warung ini dipenuhi poster foto-foto ulama. Di antara puluhan poster foto itu, ada foto Tuan Guru H. Zainie Ghanie atau biasa dipanggil dengan sebutan "Guru Sekumpul" duduk  bersila berhadapan dengan KH Abdurrahman Wahid, atau akrab disebut Gus Dur. Jika Guru Sekumpul mengenakan baju koko putih dan serban putih, maka Gus Dur mengenakan kemeja batik oranye dan peci hitam. Tangan kanan Guru Sekumpul berada di bahu Gus Dur. Jelas keduanya terlihat akrab dan dekat. Pemasangan poster foto ulama adalah salah satu wujud penghormatan terhadap para ulama. Pemasangan poster Guru Sakumpul dan Gus Dur, menunjukkan penghormatan pemilik restoran pada sosok ulama tersebut. Dan sudah barang tentu ia berharap orang-ora...

Gus Dur, Sang Penyelamat Bangsa. Sebuah Refleksi pasca Lebaran dan Pemilu

Di akhir tahun 1998 Gus Dur rawuh (datang) di Wonosobo. Saat itu sedang ramainya era reformasi, beberapa bulan setelah Pak Harto jatuh. Dan ini terjadi beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi orang nomer satu di Negeri ini. Beliau masih menjabat sebagai Ketua PBNU. Bertempat di Gedung PCNU Wonosobo, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan pengurus NU dari Wonosobo, Banjarnegara, Pubalingga, Kebumen, Temanggung dan Magelang. Tentu saja semua kiai ingin tahu pendapat Gus Dur tentang situasi politik terbaru. Penulis hadir di situ walaupun bukan kiai, dan duduk persis di depan Gus Dur. Penulis lah yang menuntun Gus Dur menaiki Lantai 2 PCNU Wonosobo. “Pripun Gus situasi politik terbaru?” tanya seorang kiai. “Orde Baru tumbang, tapi Negeri ini sakit keras.” kata Gus Dur. “Kok bisa Gus?” “Ya bisa, wong yang menumbangkan Orde Baru pakainya emosi dan ambisi tanpa perencanaan yang jelas. Setelah tumbang mereka bingung mau apa, sehingga arah reformasi gak genah. Bahkan Negeri i...

Abu Hanifah Seorang Mujtahid dan Pengusaha Sukses

Abu Hanifah menghabiskan masa mudanya di pusat hiruk pikuk wirausaha. Dia nyaris tidak pernah alpa membantu ayahnya berjualan sutera di pasar. Dari sana dia  berkenalan dengan banyak pedagang di Kufah. Dia acap kali berbincang-bincang bersama mereka tentang berbagai hal seputar wirausaha. Itu yang membuatnya paham betul kontur pasar serta seluk beluk dan kebiasaan para pedagang di sana. Pada suatu hari, selagi perjalanan menuju pasar, Abu Hanifah berpapasan dengan seorang ahli fikih bernama Imam al-Sya’bi. Sang imam menegurnya dan menyarankan untuk banting fokus belajar ilmu agama dan bergumul bersama para ulama. Saat itu Abu Hanifah sempat menampik saran itu dan mengaku tidak berminat. Namun, seiring gelinding waktu Abu Hanifah muda akhirnya berubah pikiran. Setelah Imam al-Sya’bi terus-menerus membujuk dan meyakinkan bahwa di dalam diri Abu Hanifah terdapat potensi megabesar berupa kecerdasan dan daya ingat yang kuat. Sejak menjatuhkan pilihannya mendaras aga...

Habib Luthfi bin Yahya: Pesan Rahmatan Lil Alamin Menjiwai Islam di Nusantara

HABIB LUTHFI BIN YAHYA Mereka yang tidak suka NU melakukan berbagai cara untuk mengajak umat Islam agar semakin membenci NU. Padahal negara muslim di seluruh dunia saat ini banyak yang belajar kepada Nahdlatul Ulama tentang bagaimana membina dan mengelola Islam yang damai, ramah, dan santun. Banyak orang mengaku-ngaku sebagai NU Garis Lurus, NU Garis Suci, atau pecinta NU yang justru menghancurkan NU dengan membuat opini-opini yang menebar kebencian dan memunculkan perpecahan. Tragisnya, bahkan orang NU sendiri yang notabene punya pengaruh besar di mata publik ikut terhanyut dalam hasutan dan hinaan oleh mereka para pembenci NU. Tidak dipungkiri gagasan “Islam Nusantara” bisa menjadi magnet besar dalam membangun besarnya kekuatan Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan oleh media-media pembenci NU, itu dijadikan lahan untuk menghancurkan NU dari dalam seolah-olah NU telah diboncengi oleh Liberal, Syiah, dan Wahabi. Padahal telah jelas dan disepakati oleh ribua...

Haul Gusdur ke-9, Muhasabah Kebangsaan: Cinta Itu Menggerakkan

Muhasabah Kebangsaan (Catatan Haul Gus Dur ke 9, bag. 2) CINTA ITU MENGGERAKKAN Al-Zastrouw Puluhan ribu orang dari pelosok desa dan kota se Solo Raya hadir memadati stadion Sriwedari Solo. Stadion bersejarah yang menjadi tempat pelaksanaan PON  pertama itu tidak mampu menampung jamaah hingga neluber ke jalan-jalan di seputar stadion. Jalan-jalan protokol solo macet karena menjadi tempat parkir kendaraan para jamaah. Beberapa tokoh dan pejabat hadir diantaranya KH. Mustofa Bisri (gus Mus), Prof  Mahfud MD, Prof. Oman Abdurrahman (Staf Ahli Menag), mbak Yeni Wahid (putri Gus Dur), Gus Yasin (Wagub Jateng), Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng, Wali Kota Solo dan Wakilnya. Mereka hadir dengan bekal dan biaya sendiri sebagai wujud kecintaan pada Gus Dur dan para ulama. Mereka hadir untuk memperingati haul gus Dur ke 9. Acara yang digagas dan dikordinir oleh mas Husen Syifa' ini berlangsung meriah tapi tetap khusyu'. Sebelum acara puncak, pengajian akbar,  pagi hari dil...

Salah Satu Cobaan Para Wali: Memiliki ISTRI yang GALAK

Gambar
Tidak ada rumah tangga yang tidak pernah didera prahara. Semuanya pasti mengalami masalah-masalah entah kecil atau besar, atau juga masalah kecil yang dibuat besar. Rumah tangga para ulama pun demikian. Jangan dikira semua rumah tangga para ulama ataupun kiai pasti berjalan mulus tanpa halangan suatu apapun. Bahkan, rumah tangga Nabi saw. pun pernah diterpa prahara. Banyak sekali cerita maupun kisah para ulama dan orang-orang saleh yang memiliki istri berperangai kurang baik—semoga Allah memberi kita pasangan yang bisa menenteramkan hati—yang bisa ditemui. Namun demikian, dalam menghadapi cobaan tersebut, mereka selalu mengedepankan kebijaksanaan. Meskipun emosi mereka setiap kali diuji baik ketika dalam keadaan berduaan maupun di hadapan khalayak. Mereka tidak pernah naik darah dengan secara spontan melemparkan kata talak. Bahkan yang mereka tunjukkan adalah kebijaksanaan yang merupakan buah dari kedalaman ilmu. Mereka yakin bahwa semua itu adalah kesempatan untuk meraih ziya...

TEGAS! KH. Marzuqi Mustamar Bungkam Kelompok Ahli Fitnah

Gambar
KH. Marzuqi Mustamar bungkam gerombolan kelompok yang Tuduh Liberal kepada Gus Dur, Kyai Sa'id, dan NU. Saat tabayyun di Lirboyo, Kyai Said menjelaskan semua tuduhan yang dialamatkan kepada Kyai Said di hadapan Mbah Idris, Mbah Anwar Mansur, Gus Imam dan Masyayikh Lirboyo lainnya. Mulai tuduhan Syi’ah, tuduhan makelar Seminari, tuduhan liberal, tuduhan antek Wahabi, semuanya dijelaskan dihadapan para masyayikh Lirboyo saat itu, dan clear bahwa tuduhan itu adalah fitnah yang keji Kyai Marzuki mengajak dialog para hadirin : "Saiki aku tak tekon sampean kabeh! Kalau guru-guru Kyai Said wis ridho, wis iso nompo penjelasane Kyai Said, njur sampean kabeh sing dudu guru lan dudu sopo-sopo kok gak percoyo Kyai Said, opo sampean luwih alim dari Mbah Idris Lirboyo? Luwih pinter dari para masyayikh Lirboyo? yen sampean luwih pinter lan luwih alim, yo sak karepmu (pungkas Kyai Marzuki). Saiki masalah NU, banyak orang yang bilang : ”Saya NU nya mbah Hasyim yang lurus, bukan NU ala G...

KEBERANIAN DUO & AQIL SIROJ YANG MEMBUAT GEMPAR

KEBERANIAN DUO 'AQIL SIROJ' YANG MEMBUAT GEMPAR Abuya Jafar Shadiq Aqil Siroj (Alm) dan Abuya Said Aqil Siroj adalah dua putra dari Kiai Aqil Siroj, Ponpes Khas Kempek Cirebon. Keduanya memiliki keberanian dan ketegasan yang hampir sama. Di mata para santrinya, benar-benar tidak ada rasa takut dalam diri mereka, selagi urusannya masih dengan manusia. Bagi keduanya, hanya Allah yang perlu ditakuti. Di ranah publik, utamanya kepada pemerintah, yang baginya tidak adil, Abuya Jafar selalu mengkritik keras, sekalipun pada hal-hal sepele. Suatu hari kala Penulis masih mengaji Alfiyah kepada Abuya Jafar, Abuya bercerita kepada kami, santri Kempek saat itu, bahwa beberapa Kiai di Cirebon telah diberi sarung oleh Gubernur Aher pada masanya. Namun, sarung yang diberikan Gubernur kepada Buya Jafar lebih bagus daripada sarung-sarung yang ia beri kepada kiai-kiai lain. Sontak saja, Abuya dengan nada tegas dan berani berkomentar di depan Gubernur, "Saya tidak terima sarung ini jika ki...

K.H. Sa`id Aqil Siraj: Nabi saw. Diutus dan Diperintah Bentuk Umat Moderat (Ummatan Wasatha)

Gambar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan tausiyah pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-73 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ahad (27/1). Dalam tausiyahnya, Kiai Said menegaskan bahwa dalam Al-Qur’an tidak disebutkan Nabi Muhammad membentuk umat Islam. Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk membentuk suatu organisasi yang bernama ummatan wasathan (umat yang moderat). Menurut Kiai Said, perintah membentuk umat yang moderat itu supaya umat memiliki peran dan berkualitas. “Muslimat keren tidak? Hebat tidak? Berperan?” Tanya Kiai Said yang kemudian langsung dijawab oleh ibu-ibu Muslimat NU dengan keren dan baik. Kiai Said mengemukakan bahwa terdapat sejumlah peran yang harus dikembangkan oleh umat yang moderat. Pertama, peran agama. Menurutnya, NU sudah seharusnya menguasai berbagai kegiatan dan jabatan keagamaan, seperti khotbah, imam masjid, dan kepala KUA. Sebabnya, jika NU tidak memegangnya, maka segala praktik keaga...

Simak Faktanya: Gebyar HUT Muslimat ke-73 Jadi Perbincangan Teratas Dunia Maya dan Nyata

Gambar
Menggebyarnya peringatan hari lahir ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya di dunia nyata, tetapi ramai dan menjadi perbincangan teratas di media sosial twitter. Harlah yang dihadiri tak kurang dari 120.000 warga Muslimat NU ini merajai trending topic di twitter. Bahkan dari Sabtu (26/1) malam hingga saat ini, tiga tagar terkait Harlah Muslimat mendominasi trending topic. Tiga tagar tersebut ialah #HarlahMuslimatNU73 #Harlah73MuslimatNU dan MuslimatandiGBK. Antusiasme anggota Muslimat NU dari 43 provinisi dan 7 PCI Muslimat NU luar negeri terlihat mulai memenuhi jalanan ibu kota Jakarta sejak Sabtu. Malam mereka mulai menjejaki stadion sepak bola termegah di Indonesia itu. Lewat tengah malam, mereka bermuhasabah dan bermunajat dalam shalat tahajud, shalat hajat, dan istighotsah yang dipimpin oleh Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim. Khidmah tersebut ibu-ibu Muslimat tujukan untuk keselamatan dan kedamaian bangsa. Bahkan, m...

ISLAM NUSANTARA SEBAGAI JALAN TENGAH PERDAMAIAN

Gambar
ISLAM NUSANTARA SEBAGAI JALAN TENGAH PERDAMAIAN                                                     Sejak runtuhnya turki usmani pada tahun 1922, dekadensi kejayaan islam semakin terasa. Mengingat imperium yang berdiri tahun 1299 ini sebagai penanda terkhir akan masa kejayaan Islam yang di mulai pada pemerintahan Abbasiyah di Bagdad. Dimana para ilmuan yang dahulu sangat gampang di temukan dalam dunia islam, sejak saat itu mulai jarang di temukan bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga kegelapan keilmuan yang melanda Eropa, kini berbalik ke arah timur, menyelimuti dunia Islam yang putus asa. Daulah Usmaniyah yang menyatukan tanah arab pada masa kejayaanya, kini kehilangan kendali. Banyak wilayah kekuasaan turki usmani di ambil ali...