Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

TEGAS! KH. Marzuqi Mustamar Bungkam Kelompok Ahli Fitnah

Gambar
KH. Marzuqi Mustamar bungkam gerombolan kelompok yang Tuduh Liberal kepada Gus Dur, Kyai Sa'id, dan NU. Saat tabayyun di Lirboyo, Kyai Said menjelaskan semua tuduhan yang dialamatkan kepada Kyai Said di hadapan Mbah Idris, Mbah Anwar Mansur, Gus Imam dan Masyayikh Lirboyo lainnya. Mulai tuduhan Syi’ah, tuduhan makelar Seminari, tuduhan liberal, tuduhan antek Wahabi, semuanya dijelaskan dihadapan para masyayikh Lirboyo saat itu, dan clear bahwa tuduhan itu adalah fitnah yang keji Kyai Marzuki mengajak dialog para hadirin : "Saiki aku tak tekon sampean kabeh! Kalau guru-guru Kyai Said wis ridho, wis iso nompo penjelasane Kyai Said, njur sampean kabeh sing dudu guru lan dudu sopo-sopo kok gak percoyo Kyai Said, opo sampean luwih alim dari Mbah Idris Lirboyo? Luwih pinter dari para masyayikh Lirboyo? yen sampean luwih pinter lan luwih alim, yo sak karepmu (pungkas Kyai Marzuki). Saiki masalah NU, banyak orang yang bilang : ”Saya NU nya mbah Hasyim yang lurus, bukan NU ala G...

KEBERANIAN DUO & AQIL SIROJ YANG MEMBUAT GEMPAR

KEBERANIAN DUO 'AQIL SIROJ' YANG MEMBUAT GEMPAR Abuya Jafar Shadiq Aqil Siroj (Alm) dan Abuya Said Aqil Siroj adalah dua putra dari Kiai Aqil Siroj, Ponpes Khas Kempek Cirebon. Keduanya memiliki keberanian dan ketegasan yang hampir sama. Di mata para santrinya, benar-benar tidak ada rasa takut dalam diri mereka, selagi urusannya masih dengan manusia. Bagi keduanya, hanya Allah yang perlu ditakuti. Di ranah publik, utamanya kepada pemerintah, yang baginya tidak adil, Abuya Jafar selalu mengkritik keras, sekalipun pada hal-hal sepele. Suatu hari kala Penulis masih mengaji Alfiyah kepada Abuya Jafar, Abuya bercerita kepada kami, santri Kempek saat itu, bahwa beberapa Kiai di Cirebon telah diberi sarung oleh Gubernur Aher pada masanya. Namun, sarung yang diberikan Gubernur kepada Buya Jafar lebih bagus daripada sarung-sarung yang ia beri kepada kiai-kiai lain. Sontak saja, Abuya dengan nada tegas dan berani berkomentar di depan Gubernur, "Saya tidak terima sarung ini jika ki...

K.H. Sa`id Aqil Siraj: Nabi saw. Diutus dan Diperintah Bentuk Umat Moderat (Ummatan Wasatha)

Gambar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan tausiyah pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-73 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ahad (27/1). Dalam tausiyahnya, Kiai Said menegaskan bahwa dalam Al-Qur’an tidak disebutkan Nabi Muhammad membentuk umat Islam. Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk membentuk suatu organisasi yang bernama ummatan wasathan (umat yang moderat). Menurut Kiai Said, perintah membentuk umat yang moderat itu supaya umat memiliki peran dan berkualitas. “Muslimat keren tidak? Hebat tidak? Berperan?” Tanya Kiai Said yang kemudian langsung dijawab oleh ibu-ibu Muslimat NU dengan keren dan baik. Kiai Said mengemukakan bahwa terdapat sejumlah peran yang harus dikembangkan oleh umat yang moderat. Pertama, peran agama. Menurutnya, NU sudah seharusnya menguasai berbagai kegiatan dan jabatan keagamaan, seperti khotbah, imam masjid, dan kepala KUA. Sebabnya, jika NU tidak memegangnya, maka segala praktik keaga...

Simak Faktanya: Gebyar HUT Muslimat ke-73 Jadi Perbincangan Teratas Dunia Maya dan Nyata

Gambar
Menggebyarnya peringatan hari lahir ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya di dunia nyata, tetapi ramai dan menjadi perbincangan teratas di media sosial twitter. Harlah yang dihadiri tak kurang dari 120.000 warga Muslimat NU ini merajai trending topic di twitter. Bahkan dari Sabtu (26/1) malam hingga saat ini, tiga tagar terkait Harlah Muslimat mendominasi trending topic. Tiga tagar tersebut ialah #HarlahMuslimatNU73 #Harlah73MuslimatNU dan MuslimatandiGBK. Antusiasme anggota Muslimat NU dari 43 provinisi dan 7 PCI Muslimat NU luar negeri terlihat mulai memenuhi jalanan ibu kota Jakarta sejak Sabtu. Malam mereka mulai menjejaki stadion sepak bola termegah di Indonesia itu. Lewat tengah malam, mereka bermuhasabah dan bermunajat dalam shalat tahajud, shalat hajat, dan istighotsah yang dipimpin oleh Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim. Khidmah tersebut ibu-ibu Muslimat tujukan untuk keselamatan dan kedamaian bangsa. Bahkan, m...

ISLAM NUSANTARA SEBAGAI JALAN TENGAH PERDAMAIAN

Gambar
ISLAM NUSANTARA SEBAGAI JALAN TENGAH PERDAMAIAN                                                     Sejak runtuhnya turki usmani pada tahun 1922, dekadensi kejayaan islam semakin terasa. Mengingat imperium yang berdiri tahun 1299 ini sebagai penanda terkhir akan masa kejayaan Islam yang di mulai pada pemerintahan Abbasiyah di Bagdad. Dimana para ilmuan yang dahulu sangat gampang di temukan dalam dunia islam, sejak saat itu mulai jarang di temukan bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga kegelapan keilmuan yang melanda Eropa, kini berbalik ke arah timur, menyelimuti dunia Islam yang putus asa. Daulah Usmaniyah yang menyatukan tanah arab pada masa kejayaanya, kini kehilangan kendali. Banyak wilayah kekuasaan turki usmani di ambil ali...

Ramai Diperbincangkan, Kalender 1895 Sama dengan Kalender 2019. Inilah Penjelasannya Ilmiahnya.

Gambar
Hari–hari ini ramai beredar dalam jagat maya tentang lembaran kalender 1895, yang sama persis dengan 2019. Yakni dalam hal hari untuk setiap tanggal didalamnya. Misalnya, 1 Januari 2019 dan 1 Januari 1895 ternyata sama-sama bertepatan dengan hari Selasa. Kesamaan ini memantik pertanyaan, bagaimana semua itu bisa terjadi? Terdapat beraneka ragam kalender yang semuanya mengacu pada pergerakan benda–benda langit. Ada yang hanya mengacu ke Matahari, yang dikenal sebagai kalender Matahari (solar). Ada pula yang hanya mengacu ke Bulan, membuatnya dinamakan kalender Bulan (lunar). Sebaliknya ada pula yang mengacu pada Matahari dan Bulan sekaligus, yang disebut kalender lunisolar. Bahkan ada juga yang mengacu pada Matahari dan Zahara (Venus), misalnya kalender suku Maya. Kalender Masehi merupakan kalender terpopuler pada masakini. Meski berakar sebagai kalender religi (yakni kalender Nasrani), namun dalam kurun satu seperempat abad terakhir terdapat upaya-upaya menjadikannya kalende...

Perbaiki salammu, K.H. Subhan Makmun: Beginilah Salam yang Benar Sesuai dalam Al-Quran

Gambar
Brebes, NU Online K.H. Subhan Ma'mun, Pengasuh Pesantren as-Salafiyyah Luwungragi, Brebes. berkata, “Kalau menjawab salam, jawablah dengan kalimat wa`alaikumussalâm , jangan wa`alaikum salam. ” Demikian Kiai Subhan Makmun mengajarkan kepada peserta kajian kitab Tafsîr Al-Munîr di Masjid Al-Mukarromah komplek Islamic Center Brebes, Ahad, 13/01. Rais Syuriyah PBNU ini menyampaikan hal tersebut di sela-sela menjelaskan penafsiran Surat an-Nisa ayat 86 yang menuturkan wa idzâ huyyîtum bi tahiyyatin fa hayyû bi ahsana minhâ aw ruddûhâ (bila kalian diberi penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau dengan yang sepadannya). Menurut pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes ini, orang yang mengucapkan salam kepada kita dengan mengucapkan as-salâmu ‘alaikum kata salâm -nya (di dalam Bahasa Arab) menggunakan al ma’rifat. Maka, sebagaimana perintah ayat di atas membalasnya pun harus dengan menggunakan al ma’rifat biar balasannya sepadan. ...