Postingan

FATWA KEAGAMAAN KE-2 DEWAN ULAMA SENIOR AL-AZHAR TENTANG COVID-19

Gambar
Grand Syaikh Al-Azhar: Dr. Ahmad Thayyib FATWA KEAGAMAAN KE-2  DEWAN ULAMA SENIOR (HAY’AT KIBÂR  AL-‘ULAMÂ’) AL-AZHAR  TENTANG COVID-19   Executive Summary   Dewan Ulama Senior Al-Azhar mengeluarkan fatwa kedua tentang ketentuan terkait Corona dan menegaskan bahwa mengundang orang-orang untuk berkumpul dengan maksud berdoa dan memohon ampunan (istighfâr), meski ada ancaman bahaya yang nyata, merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah. Menyebarkan dan mempromosikan berita bohong (hoaks) adalah tindakan tercela dalam pandangan ajaran Islam.  Monopoli (menimbun barang untuk dijual dengan harga tinggi) di saat pandemik, derajat keharaman hukumnya lebih tinggi daripada monopoli dalam keadaan normal. Setiap orang harus melaksanakan semua protokol terkait karantina kesehatan.  Semua orang harus mematuhi larangan dan menghentikan kerumunan massa walaupun sekadar untuk shalat Jumat dan shalat berjamaah. Zakat boleh dipercepat dan d...

Jalan Mudah Kuliah di Al-Azhar Mesir

Gambar
LEBIH MUDAH Kuliah Al-Azhar Mesir dengan PUSIBA. Kuliah di Al-Azhar, Cairo Mesir? Siapa sih yang ga ingin kuliah di universitas terbesar dan tertua bergengsi itu? Setiap santri pasti ingin melanjutkan kuliah di universitas yang telah melahirkan ribuan ulama besar itu. Kuliah di Al-Azhar adalah impian kita bersama. Lantas, bagaimana cara dan jalan kita untuk sampai ke sana? Sekarang sudah semakin mudah jalan untuk melangkah dan mewujudkan impian itu dengan adanya PUSIBA (Pusat Study Islam dan Bahasa Arab) yang merupakan kelas bahasa pra-University atau sering disebut student collage , dalam istilah Mesir disebut Darul Lughoh cabang resmi Universitas Al-Azhar pertama di luar Mesir. Untuk lebih jelas mengenal PUSIBA, yuk intip profilenya yang diambil dari website resmi pusiba klik linknya  Profile PUSIBA Semua informasi tentang PUSIBA detail bisa dilihat dari link profile di atas. Di dalamnya dijelaskan tentang latar belakang berdirinya PUSIBA, Tempat ...

Tetap Bertauhid di Zaman Penuh Ujian, begini wejangan Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. (Ketum PBNU)

Gambar
Prof. Dr. Said Aqil Siraj Bertauhid di Zaman Ujian Oleh: Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. (Ketum PBNU) Manusia terdiri dari jiwa dan raga. Sebagaimana raga yang selalu berubah-ubah, jiwa juga. Raga bisa sakit, bisa sehat. Dari muda jadi tua. Cerdas cemerlang tiba-tiba pikun dan pelupa. Iman dan tauhid pun juga begitu. Iman turun-naik. Hati mudah bolak-balik. Sebab, watak alamiah hidup adalah perubahan. Boleh jadi hari ini seseorang beriman, besok belum tentu; hari ini bermaksiat, besok mungkin sudah bertaubat.  Apalagi di zaman mihan, yang penuh cobaan dan ujian, seperti sekarang, beriman dan bertauhid bagaikan menggenggam bara api. Bila tidak waspada diri, perubahan sedikit pun, semisal merebaknya virus corona, bisa saja membuat iman tauhid sirna. Hilang kepercayaan pada kuasa dan kehendak Tuhan. Padahal, perbedaan orang beriman dan tidak beriman juga sangat tipis. Orang beriman melihat keterlibatan Tuhan di balik setiap peristiwa dan perubahan. Sedangka...

SARABA AMPAT - MANAQIB SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI

Oleh : Tuan Guru Wildan Salman, Martapura. (Dibacakan Beliau Pada Haul Ke 208, Tahun 2016 Silam). ***** Majelis haul yang dimuliakan Allah. Imam Syihabuddin Ahmad bin Hijazi Rahimahullah mengatakan: "Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dari sebahagian sesuatu ada EMPAT yang mulia, yaitu: 1. Allah Ta’ala menjadikan pada tiap-tiap tahun dengan 12 bulan dan terdapat 4 bulan yang mulia, yaitu: Rajab, Zulqai’dah, Zuhijjah, dan Muharram. 2. Dari malaikat, Allah Ta’ala menjadikan ada 4 malaikat pilihan, yaitu: Jibril, Mikail, Isrofil, dan ‘Azroil. 3. Dari kitab-kitab yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi-Nabi-Nya terdapat 4 kitab yang besar, yaitu: Kitab Taurat, Kitab Injil, Kitab Zabur, dan Kitab Alqur’an. 4. Dari anggota manusia yang beriman Allah Ta’ala jadikan 4 anggota yang mulia, yaitu anggota wudhu; muka, tangan, kepala, dan kaki. 5. Allah Ta’ala jadikan kalimat untuk mengingat dan mengagungkanNya dengan 4 kalimat, yaitu: Subhanallah wal Hamdulillah wa Lailaha Illall...

GUS DUR dan GURU SEKUMPUL. Politik dan Kualatnya Orang-Orang yang Menghina dan Menjegal Gus Dur.

Minggu yang lalu saya pulang ke kampung halaman, Tabalong, yang berada sekitar 200 kilometer dari Banjarmasin. Dalam perjalanan dari Banjarmasin, kami singgah di sebuah warung makan di kota Kandangan. Seperti umumnya warung dan rumah orang Banjar di kawasan ini, dinding warung ini dipenuhi poster foto-foto ulama. Di antara puluhan poster foto itu, ada foto Tuan Guru H. Zainie Ghanie atau biasa dipanggil dengan sebutan "Guru Sekumpul" duduk  bersila berhadapan dengan KH Abdurrahman Wahid, atau akrab disebut Gus Dur. Jika Guru Sekumpul mengenakan baju koko putih dan serban putih, maka Gus Dur mengenakan kemeja batik oranye dan peci hitam. Tangan kanan Guru Sekumpul berada di bahu Gus Dur. Jelas keduanya terlihat akrab dan dekat. Pemasangan poster foto ulama adalah salah satu wujud penghormatan terhadap para ulama. Pemasangan poster Guru Sakumpul dan Gus Dur, menunjukkan penghormatan pemilik restoran pada sosok ulama tersebut. Dan sudah barang tentu ia berharap orang-ora...

Gus Dur, Sang Penyelamat Bangsa. Sebuah Refleksi pasca Lebaran dan Pemilu

Di akhir tahun 1998 Gus Dur rawuh (datang) di Wonosobo. Saat itu sedang ramainya era reformasi, beberapa bulan setelah Pak Harto jatuh. Dan ini terjadi beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi orang nomer satu di Negeri ini. Beliau masih menjabat sebagai Ketua PBNU. Bertempat di Gedung PCNU Wonosobo, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan pengurus NU dari Wonosobo, Banjarnegara, Pubalingga, Kebumen, Temanggung dan Magelang. Tentu saja semua kiai ingin tahu pendapat Gus Dur tentang situasi politik terbaru. Penulis hadir di situ walaupun bukan kiai, dan duduk persis di depan Gus Dur. Penulis lah yang menuntun Gus Dur menaiki Lantai 2 PCNU Wonosobo. “Pripun Gus situasi politik terbaru?” tanya seorang kiai. “Orde Baru tumbang, tapi Negeri ini sakit keras.” kata Gus Dur. “Kok bisa Gus?” “Ya bisa, wong yang menumbangkan Orde Baru pakainya emosi dan ambisi tanpa perencanaan yang jelas. Setelah tumbang mereka bingung mau apa, sehingga arah reformasi gak genah. Bahkan Negeri i...

Abu Hanifah Seorang Mujtahid dan Pengusaha Sukses

Abu Hanifah menghabiskan masa mudanya di pusat hiruk pikuk wirausaha. Dia nyaris tidak pernah alpa membantu ayahnya berjualan sutera di pasar. Dari sana dia  berkenalan dengan banyak pedagang di Kufah. Dia acap kali berbincang-bincang bersama mereka tentang berbagai hal seputar wirausaha. Itu yang membuatnya paham betul kontur pasar serta seluk beluk dan kebiasaan para pedagang di sana. Pada suatu hari, selagi perjalanan menuju pasar, Abu Hanifah berpapasan dengan seorang ahli fikih bernama Imam al-Sya’bi. Sang imam menegurnya dan menyarankan untuk banting fokus belajar ilmu agama dan bergumul bersama para ulama. Saat itu Abu Hanifah sempat menampik saran itu dan mengaku tidak berminat. Namun, seiring gelinding waktu Abu Hanifah muda akhirnya berubah pikiran. Setelah Imam al-Sya’bi terus-menerus membujuk dan meyakinkan bahwa di dalam diri Abu Hanifah terdapat potensi megabesar berupa kecerdasan dan daya ingat yang kuat. Sejak menjatuhkan pilihannya mendaras aga...

Habib Luthfi bin Yahya: Pesan Rahmatan Lil Alamin Menjiwai Islam di Nusantara

HABIB LUTHFI BIN YAHYA Mereka yang tidak suka NU melakukan berbagai cara untuk mengajak umat Islam agar semakin membenci NU. Padahal negara muslim di seluruh dunia saat ini banyak yang belajar kepada Nahdlatul Ulama tentang bagaimana membina dan mengelola Islam yang damai, ramah, dan santun. Banyak orang mengaku-ngaku sebagai NU Garis Lurus, NU Garis Suci, atau pecinta NU yang justru menghancurkan NU dengan membuat opini-opini yang menebar kebencian dan memunculkan perpecahan. Tragisnya, bahkan orang NU sendiri yang notabene punya pengaruh besar di mata publik ikut terhanyut dalam hasutan dan hinaan oleh mereka para pembenci NU. Tidak dipungkiri gagasan “Islam Nusantara” bisa menjadi magnet besar dalam membangun besarnya kekuatan Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan oleh media-media pembenci NU, itu dijadikan lahan untuk menghancurkan NU dari dalam seolah-olah NU telah diboncengi oleh Liberal, Syiah, dan Wahabi. Padahal telah jelas dan disepakati oleh ribua...

Haul Gusdur ke-9, Muhasabah Kebangsaan: Cinta Itu Menggerakkan

Muhasabah Kebangsaan (Catatan Haul Gus Dur ke 9, bag. 2) CINTA ITU MENGGERAKKAN Al-Zastrouw Puluhan ribu orang dari pelosok desa dan kota se Solo Raya hadir memadati stadion Sriwedari Solo. Stadion bersejarah yang menjadi tempat pelaksanaan PON  pertama itu tidak mampu menampung jamaah hingga neluber ke jalan-jalan di seputar stadion. Jalan-jalan protokol solo macet karena menjadi tempat parkir kendaraan para jamaah. Beberapa tokoh dan pejabat hadir diantaranya KH. Mustofa Bisri (gus Mus), Prof  Mahfud MD, Prof. Oman Abdurrahman (Staf Ahli Menag), mbak Yeni Wahid (putri Gus Dur), Gus Yasin (Wagub Jateng), Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng, Wali Kota Solo dan Wakilnya. Mereka hadir dengan bekal dan biaya sendiri sebagai wujud kecintaan pada Gus Dur dan para ulama. Mereka hadir untuk memperingati haul gus Dur ke 9. Acara yang digagas dan dikordinir oleh mas Husen Syifa' ini berlangsung meriah tapi tetap khusyu'. Sebelum acara puncak, pengajian akbar,  pagi hari dil...