Postingan

Ramai Diperbincangkan, Kalender 1895 Sama dengan Kalender 2019. Inilah Penjelasannya Ilmiahnya.

Gambar
Hari–hari ini ramai beredar dalam jagat maya tentang lembaran kalender 1895, yang sama persis dengan 2019. Yakni dalam hal hari untuk setiap tanggal didalamnya. Misalnya, 1 Januari 2019 dan 1 Januari 1895 ternyata sama-sama bertepatan dengan hari Selasa. Kesamaan ini memantik pertanyaan, bagaimana semua itu bisa terjadi? Terdapat beraneka ragam kalender yang semuanya mengacu pada pergerakan benda–benda langit. Ada yang hanya mengacu ke Matahari, yang dikenal sebagai kalender Matahari (solar). Ada pula yang hanya mengacu ke Bulan, membuatnya dinamakan kalender Bulan (lunar). Sebaliknya ada pula yang mengacu pada Matahari dan Bulan sekaligus, yang disebut kalender lunisolar. Bahkan ada juga yang mengacu pada Matahari dan Zahara (Venus), misalnya kalender suku Maya. Kalender Masehi merupakan kalender terpopuler pada masakini. Meski berakar sebagai kalender religi (yakni kalender Nasrani), namun dalam kurun satu seperempat abad terakhir terdapat upaya-upaya menjadikannya kalende...

Perbaiki salammu, K.H. Subhan Makmun: Beginilah Salam yang Benar Sesuai dalam Al-Quran

Gambar
Brebes, NU Online K.H. Subhan Ma'mun, Pengasuh Pesantren as-Salafiyyah Luwungragi, Brebes. berkata, “Kalau menjawab salam, jawablah dengan kalimat wa`alaikumussalâm , jangan wa`alaikum salam. ” Demikian Kiai Subhan Makmun mengajarkan kepada peserta kajian kitab Tafsîr Al-Munîr di Masjid Al-Mukarromah komplek Islamic Center Brebes, Ahad, 13/01. Rais Syuriyah PBNU ini menyampaikan hal tersebut di sela-sela menjelaskan penafsiran Surat an-Nisa ayat 86 yang menuturkan wa idzâ huyyîtum bi tahiyyatin fa hayyû bi ahsana minhâ aw ruddûhâ (bila kalian diberi penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau dengan yang sepadannya). Menurut pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes ini, orang yang mengucapkan salam kepada kita dengan mengucapkan as-salâmu ‘alaikum kata salâm -nya (di dalam Bahasa Arab) menggunakan al ma’rifat. Maka, sebagaimana perintah ayat di atas membalasnya pun harus dengan menggunakan al ma’rifat biar balasannya sepadan. ...

Prof. Quraish Shihab Mendalami dan Meluruskan Makna Khilafah

Gambar
Prof. Quraish Shihab, pakar Tafsir Indonesia sekaligus owner dari PSQ (Pusat Study Qur'an) turut hadir dan memberikan sumbangsih pemikirannya di akhir acara kajian bulanan yang mengusung tema “Dari Ideologi Khilafah ke Manusia Khalifah, Al-Qur’an, Kontestasi Ideologi, dan Paradigmatisme Politik.” Kajian yang berlangsung di Aula PSQ ini dinarasumberi oleh TGB Dr. M. Zainul Majdi dan Dr. Muchlis M. Hanafi, MA. Setidaknya ada tiga hal penting yang beliau katakan kepada para audiens yang hadir. Pertama . Semua manusia adalah khalifah. Di dalam surah al-Baqarah, manusia dikatakan sebagai khalifah. Yakni pemimpin yang tugasnya adalah sebagai islah dan mengatur segala sesuatu agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Misalnya kursi, maka kita harus menjaga dan merawat kursi itu agar tetap berfungsi sebagai kursi. Begitu pula dengan pakaian, kita juga harus menjaga dan mengatur agar pakaian itu tetap berfungsi. Seandainya kita tidak lagi membutuhkan pakaian kita, maka berikan k...

Cerdas Financial: 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga, 9 di antaranya pengusaha kaya.

Gambar
Menjadi Kaya dan Memperbudak Dunia(10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga, sembilan di antaranya pengusaha kaya.) Kendati Rasulullah pernah tidur dengan pelepah kurma, punya rumah sederhana, dan baju memiliki tambalan, namun Rasulullah SAW nyatanya seorang pengusaha kaya. Untuk menikahi Khadijah RA saja, Rasulullah SAW sanggup menghadiahkan mahar 100 ekor unta. Saat ini, adakah pemuda yang mampu memberi mahar 100 unit mobil, seperti Rasulullah dahulu? Rasulullah punya makanan kesukaan paha kanan kambing, suka meminum madu, dan susu kambing. Beliau SAW juga gemar bersedekah dan memberi hadiah. Sesuatu yang mustahil dilakukan jika Rasulullah dalam kondisi miskin. Sekali lagi, pola hidup sederhana tidak bisa disamakan dengan miskin atau melarat. Hal ini dikuatkan dengan firman Allah SWT, "Katakanlah, 'Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya. Dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?' Katakanla...

Membangun Peradaban Melalui Khilafah Literasi - Prof. DR.Said Aqil Sirodj

Gambar
Oleh: Prof. DR.Said Aqil Sirodj MEMBANGUN peradaban berbasis pengetahuan tampaknya saat ini jadi kebutuhan mendesak. Fakta kian menguatnya ekstremisme dengan variannya, seperti intoleransi dan narasi kebencian, telah memicu keprihatinan sekaligus memacu kepedulian untuk bergerak kembali pada penguatan keilmuan dan literasi. Sungguh fakta yang menggiriskan. Berita-berita yang belum jelas kebenarannya alias hoaks yang diposting seketika secara kalap dikomentari tanpa refleksi kritis dan tabayun. Ironisnya, tak sedikit kalangan khalayak umum bisa ”mendadak jihadis” dalam menyikapi berita-berita simpang siur tersebut. Hujatan dan caci maki menghambur terhadap mereka yang berbeda pandang. Radikal kambuhan Seorang peneliti bercerita kepada saya. Tuturnya, ada fakta beberapa eks narapidana teroris (napiter) yang sudah keluar penjara dengan rentang waktu yang berbeda dan sudah mendapatkan program deradikalisasi mendadak bagai macan yang terbangun dari tidurnya. Sontak dia menjadi ...

SADARI - TERIMA - MAAFKAN - Therapy SEFT.

Gambar
SADARI - TERIMA - MAAFKAN Dalam kehidupan ini, Kita seringkali akan terluka oleh orang lain, kadang-kadang sengaja, kadang-kadang tidak sengaja. Bagaimana kita mengatasi rasa SAKIT HATI, akan menentukan kebahagiaan dalam hidup kita sendiri. Bila kita MEMENDAM rasa sakit hati dalam hidup kita dan terus menyimpannya, ini disebut DENDAM & KEBENCIAN. Jika seseorang menyakiti kita di tahun-tahun yang lalu dan kita masih menyimpan dendam, itu akan MERACUNI PIKIRAN & mempengaruhi perjalanan hidup kita sendiri. Untuk kesehatan dan  kebahagiaan kita sendiri, kita harus belajar untuk MEMAAFKAN dan MELEPASKAN 'rasa' sakit dan dendam itu. Jika seseorang sedang marah, panik, cemas, takut, merasa TERTEKAN, maka otaknya mengeluarkan NOR-ADRENALIN, hormon yg sangat BERACUN. Di antara RACUN ALAMI, hormon ini menempati urutan kedua setelah bisa ular.  RACUN INI membuat fisik kita sakit-sakitan, cepat tua dan cepat mematikan syaraf. Sebaliknya, jika seseorang mampu...

1# Jangan Lawan Fitnah Dengan Fitnah - Faedah Syekh Yusri Rusydi (Ulama al-Azhar Pensyarah Shahih al-Bukhari)

Gambar
1. Jangan Lawan Fitnah Dengan Fitnah! Fitnah artinya musibah, - Kalau dari Allah SWT berarti cobaan yang mengandung hikmah diantaranya untuk membedakan mana yang baik dan buruk dari umat manusia. - Kalau dari manusia berarti malapetaka, termasuk dosa besar; suatu perbuatan keji yang lebih kejam dari pembunuhan. Kita diajarkan untuk berhati-hati saat ada peristiwa yang tercampur baur antara baik dan buruk, agar tidak terkena "fitnah" yang menimpa umum. Jika kamu ulama; kewajibanmu adalah mengingkari hal mungkar dengan menegur secara lisan. Jika kamu orang awam adalah dengan tidak ikut serta dan berusaha menasehati orang-orang dekatmu seperti keluarga dantetangga dekat. Kapan kewajiban menegur itu jatuh? Saat semua orang sudah tidak memperdulikan nasehat karena mereka masing-masing bangga dengan pendapat dirinya. Saat seperti itulah kamu diam saja dan jauhi dengan berdiam diri di rumah. Ini adalah petunjuk Rasulullah saw. yang ditertawakan banyak orang.. Is...

2# Jangan Merebut Kursi Penguasa - Faedah Syekh Yusri Rusydi (Ulama al-Azhar Pensyarah Shahih al-Bukhari)

Gambar
Jangan Berebut Kursi Penguasa! ---- Kita juga dilarang Rasulullah SAW untuk merebut kekuasaan, sementara Ikwan al-Muslimin (IM) punya program merampas kekuasaan dari yang berkuasa. Mereka menyalahi sunnah Rasulullah SAW. Oleh karena itu mereka membuat banyak permasalahan.. Dan mereka sendiri adalah orang yang paling banyak merasakan adzab sebab perbuatan mereka, sehingga banyak membuang umur mereka di penjara. Mereka banyak merusak pemikiran para pemuda harapan umat dari kalangan terpelajar sehingga akhirnya para pemuda itu masuk penjara & membuat umat kehilangan kesempatan mengambil manfaat dari para pemuda itu. Mereka juga membuat para penguasa benci pada semua yang bernama islami. Hubungan kamu dengan hakim (penguasa) adalah menasehati mereka, bukan merebut kursi mereka. Sepanjang masa, umat Islam menasehati para penguasa, Grand Syekh al-Azhar dari zaman dulu, biasa ke para raja membawa berbagai pengaduan warga, menasehati bahkan dengan keras. Tetapi para pengu...

Adab di Atas Ilmu - Habib Umar Bin Abdurahman al-Atthos r.a. (Penyusun Ratib Al-Atthos)

Gambar
Suatu ketika Habib Umar Bin Abdurahman Al-Atthos r.a. (Penyusun Ratib Al-Atthos) sedang duduk bersama para santrinya. Ada satu santri yang bernama Syekh Ali Baaros r.a. sedang duduk di sampingnya sambil memijit kaki sang guru itu. Habib Umar terdiam sesaat dan berkata kepada santrinya, “Kita kedatangan tamu istimewa, Nabi Khidir AS. Sekarang beliau sudah berada di gerbang depan.” Mendengar dawuh sang guru, para santri berhamburan menuju gerbang depan menyambut kehadiran Nabi Khidir a.s. kecuali Syekh Ali Baaros. Lalu Habib Umar Bin Abdurrahman bertanya kepada Syekh Ali Baaros, “Ya Ali, kenapa kau tidak menyambut Nabi Khidir bersama teman-temanmu yang lain?” Syekh Ali Baaros menjawab, “Wahai guru, Nabi Khidir a.s. datang sengaja menemuimu. Untuk apa aku lepaskan tanganku dari kakimu karena kedudukanmu (yaitu sebagai guru) di mataku (sebagai murid) jauh lebih mulia dibandingkan Nabi Khidir” Mendengar jawaban dari muridnya seperti itu, lalu berucaplah Habib Umar, “Tidak ak...

Membangun Intelektual Santri Masa Kini

Gambar
ِِApakah Anda santri? Santri identik dengan sarung, tapi tidak melulu yang bersarung adalah santri—bisa jadi orang tua santri atau tetangga santri. Di pesantren sarung mempunyai filosofi tinggi, saya mengartikan sarung ialah “sarune dikurung” (sarung). Artinya, sarung merupakan instruksi kehidupan, agar manusia mengedepankan rasa malu, tidak sombong, tidak arogan, apalagi sembrono. Karena itu, dalam kultur pesantren saling menghormati diutamakan, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Manusia mempunyai lima dimensi yang harus dikendalikan; pikiran (akal), perasaan (hati), ucapan, tindakan, dan hawa nafsu. Dan “sarung (sarune dikurung)” mempunyai makna agar manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya. Bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh Arnold Toynbee, “titik lemah manusia adalah bahwa kita belum menemukan jalan yang lebih baik untuk menjaga martabat kita kecuali secara semu menutupi alat dan fungsi hewani kita.” Namun, ...