Postingan

GAGAL HAJI DI TENGAH PANDEMI (Kilas Balik Gagalnya Penyelenggaraan Haji Sepanjang Sejarah)

Gambar
Dr. Muchlish M. Hanafi Covid-19 menerjang siapa dan apa saja. Tidak terkecuali sektor agama. Masih ingat Ramadhan lalu terasa ‘ambyar’, tanpa kemeriahan. Di depan mata, 2,5 juta calon haji sedang menanti. Termasuk 230 ribu CALHAJ asal Indonesia. Akankah haji tahun ini ambyar gara-gara pandemi?  Saudi pasti putar otak. Segala usaha dikerahkan sebab ini hajat orang banyak, selain jadi sumber devisa. Tapi, apakah siap dengan segala risiko? Secara diplomatis, Saudi berkata harus siap menyelenggarakan haji di berbagai situasi. Tetapi keselamatan jiwa prioritas utama. Maka, kata Menhaj Saudi pada akhir Maret lalu, “Tunggu dulu, sampai situasi jelas. Jangan buat kontrak-kontrak.” Apakah ini lampu kuning, menuju merah?  Kalau sampai tahun ini haji ‘ambyar’ itu bukan yang pertama. Setidaknya sudah pernah terjadi 40 kali dalam sejarah, sejak mula diwajibkan tahun 9 H. hingga 1441 H., haji gagal terlaksana. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari krisis ekonomi, politik, instabilitas kea...

WAHDATUL WUJUD (Syaikh Yusri Rusydi, Mursyid Thariqah, penysarah Kitab Shahih al-Bukhari, Ulama Besar Al-Azhar)

Gambar
Syaikh Yusri Rusydi S alah satu gagasan yang paling banyak menimbulkan kontroversi di kalangan para pengkaji tasawuf ialah gagasan tentang wahdatul wujûd (kesatuan wujud). Gagasan ini sering dinisbatkan kepada seorang mistikus besar Islam bernama Muhyiddin Ibnu ‘Arabi (w. 638 H). Meskipun, sebagaimana dicatat oleh Abul ‘Ila Afifi, Ibnu ‘Arabi bukanlah orang pertama yang mencetuskan gagasan ini. Penjelasan mengenai konsep ini menjadi penting, karena, dalam pandangan Syekh Yusri, ia merupakan “ringkasan” dari seluruh ajaran para sufi. Kalau Anda sudah bisa memahami konsep ini dengan benar—apalagi jika menghayatinya secara serius—maka Anda akan paham tentang inti dari seluruh ajaran para sufi. Kegagalan dalam memahami konsep ini seringkali menimbulkan kesalahpahaman, yang tak jarang berujung dengan penyesatan dan pengafiran manusia-manusia pilihan Tuhan. Lalu apa itu wahdatul wujûd? Tulisan ini tak akan berkecamuk dengan perdebatan teologis-filosofis seputar istilah itu. Tulisan ini hanya...

APAKAH LEMBAGA RESMI ZAKAT TERHITUNG SEBAGAI WAL AMILINA ALAIHA / AMIL ZAKAT?

APAKAH LEMBAGA RESMI ZAKAT TERHITUNG SEBAGAI WAL AMILINA ALAIHA / AMIL ZAKAT?. Oleh: Adhitya Kemal, Lc. 1. Muqadimah . Permasalahan ini termasuk ke dalam permasalahan kontemporer yang tidak terjadi di zaman Nabi, Sahabat ataupun para Ulama salaf. Tidak ada 'teks tegas' dalam al-Quran ataupun Sunah yang menyatakan hukum tersebut, maka disinilah peran ulama untuk ber-ijtihad. 2. Pembahasan   A. Siapa Yang Dimaksud Dengan Amil ?  Di dalam kitab Fathul Muin ,  makna al-Aamil adalah:  العامل من يَبعثُه الامامُ لأخْذ الزكاة "Orang yang 'diutus' oleh Imam (pemimpin negeri) untuk mengambil zakat (dari para muzaki)" Definisi diatas menunjukan kriteria penting bagi seorang amil . Redaksi diatas menyebutkan: " yab`atsuhul imam / diutus oleh Imam", artinya kriteria amil haruslah pihak yang mendapatkan mandat dan diutus secara resmi oleh imam (pemerintah) sebagai pengumpul resmi zakat. Redaksi lain dalam Hasyiyah Ianah Thalibin dijelaskan:  و محَل استِحقاقه م...

FATWA KEAGAMAAN KE-2 DEWAN ULAMA SENIOR AL-AZHAR TENTANG COVID-19

Gambar
Grand Syaikh Al-Azhar: Dr. Ahmad Thayyib FATWA KEAGAMAAN KE-2  DEWAN ULAMA SENIOR (HAY’AT KIBÂR  AL-‘ULAMÂ’) AL-AZHAR  TENTANG COVID-19   Executive Summary   Dewan Ulama Senior Al-Azhar mengeluarkan fatwa kedua tentang ketentuan terkait Corona dan menegaskan bahwa mengundang orang-orang untuk berkumpul dengan maksud berdoa dan memohon ampunan (istighfâr), meski ada ancaman bahaya yang nyata, merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah. Menyebarkan dan mempromosikan berita bohong (hoaks) adalah tindakan tercela dalam pandangan ajaran Islam.  Monopoli (menimbun barang untuk dijual dengan harga tinggi) di saat pandemik, derajat keharaman hukumnya lebih tinggi daripada monopoli dalam keadaan normal. Setiap orang harus melaksanakan semua protokol terkait karantina kesehatan.  Semua orang harus mematuhi larangan dan menghentikan kerumunan massa walaupun sekadar untuk shalat Jumat dan shalat berjamaah. Zakat boleh dipercepat dan d...

Jalan Mudah Kuliah di Al-Azhar Mesir

Gambar
LEBIH MUDAH Kuliah Al-Azhar Mesir dengan PUSIBA. Kuliah di Al-Azhar, Cairo Mesir? Siapa sih yang ga ingin kuliah di universitas terbesar dan tertua bergengsi itu? Setiap santri pasti ingin melanjutkan kuliah di universitas yang telah melahirkan ribuan ulama besar itu. Kuliah di Al-Azhar adalah impian kita bersama. Lantas, bagaimana cara dan jalan kita untuk sampai ke sana? Sekarang sudah semakin mudah jalan untuk melangkah dan mewujudkan impian itu dengan adanya PUSIBA (Pusat Study Islam dan Bahasa Arab) yang merupakan kelas bahasa pra-University atau sering disebut student collage , dalam istilah Mesir disebut Darul Lughoh cabang resmi Universitas Al-Azhar pertama di luar Mesir. Untuk lebih jelas mengenal PUSIBA, yuk intip profilenya yang diambil dari website resmi pusiba klik linknya  Profile PUSIBA Semua informasi tentang PUSIBA detail bisa dilihat dari link profile di atas. Di dalamnya dijelaskan tentang latar belakang berdirinya PUSIBA, Tempat ...

Tetap Bertauhid di Zaman Penuh Ujian, begini wejangan Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. (Ketum PBNU)

Gambar
Prof. Dr. Said Aqil Siraj Bertauhid di Zaman Ujian Oleh: Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. (Ketum PBNU) Manusia terdiri dari jiwa dan raga. Sebagaimana raga yang selalu berubah-ubah, jiwa juga. Raga bisa sakit, bisa sehat. Dari muda jadi tua. Cerdas cemerlang tiba-tiba pikun dan pelupa. Iman dan tauhid pun juga begitu. Iman turun-naik. Hati mudah bolak-balik. Sebab, watak alamiah hidup adalah perubahan. Boleh jadi hari ini seseorang beriman, besok belum tentu; hari ini bermaksiat, besok mungkin sudah bertaubat.  Apalagi di zaman mihan, yang penuh cobaan dan ujian, seperti sekarang, beriman dan bertauhid bagaikan menggenggam bara api. Bila tidak waspada diri, perubahan sedikit pun, semisal merebaknya virus corona, bisa saja membuat iman tauhid sirna. Hilang kepercayaan pada kuasa dan kehendak Tuhan. Padahal, perbedaan orang beriman dan tidak beriman juga sangat tipis. Orang beriman melihat keterlibatan Tuhan di balik setiap peristiwa dan perubahan. Sedangka...

SARABA AMPAT - MANAQIB SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI

Oleh : Tuan Guru Wildan Salman, Martapura. (Dibacakan Beliau Pada Haul Ke 208, Tahun 2016 Silam). ***** Majelis haul yang dimuliakan Allah. Imam Syihabuddin Ahmad bin Hijazi Rahimahullah mengatakan: "Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dari sebahagian sesuatu ada EMPAT yang mulia, yaitu: 1. Allah Ta’ala menjadikan pada tiap-tiap tahun dengan 12 bulan dan terdapat 4 bulan yang mulia, yaitu: Rajab, Zulqai’dah, Zuhijjah, dan Muharram. 2. Dari malaikat, Allah Ta’ala menjadikan ada 4 malaikat pilihan, yaitu: Jibril, Mikail, Isrofil, dan ‘Azroil. 3. Dari kitab-kitab yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi-Nabi-Nya terdapat 4 kitab yang besar, yaitu: Kitab Taurat, Kitab Injil, Kitab Zabur, dan Kitab Alqur’an. 4. Dari anggota manusia yang beriman Allah Ta’ala jadikan 4 anggota yang mulia, yaitu anggota wudhu; muka, tangan, kepala, dan kaki. 5. Allah Ta’ala jadikan kalimat untuk mengingat dan mengagungkanNya dengan 4 kalimat, yaitu: Subhanallah wal Hamdulillah wa Lailaha Illall...

GUS DUR dan GURU SEKUMPUL. Politik dan Kualatnya Orang-Orang yang Menghina dan Menjegal Gus Dur.

Minggu yang lalu saya pulang ke kampung halaman, Tabalong, yang berada sekitar 200 kilometer dari Banjarmasin. Dalam perjalanan dari Banjarmasin, kami singgah di sebuah warung makan di kota Kandangan. Seperti umumnya warung dan rumah orang Banjar di kawasan ini, dinding warung ini dipenuhi poster foto-foto ulama. Di antara puluhan poster foto itu, ada foto Tuan Guru H. Zainie Ghanie atau biasa dipanggil dengan sebutan "Guru Sekumpul" duduk  bersila berhadapan dengan KH Abdurrahman Wahid, atau akrab disebut Gus Dur. Jika Guru Sekumpul mengenakan baju koko putih dan serban putih, maka Gus Dur mengenakan kemeja batik oranye dan peci hitam. Tangan kanan Guru Sekumpul berada di bahu Gus Dur. Jelas keduanya terlihat akrab dan dekat. Pemasangan poster foto ulama adalah salah satu wujud penghormatan terhadap para ulama. Pemasangan poster Guru Sakumpul dan Gus Dur, menunjukkan penghormatan pemilik restoran pada sosok ulama tersebut. Dan sudah barang tentu ia berharap orang-ora...

Gus Dur, Sang Penyelamat Bangsa. Sebuah Refleksi pasca Lebaran dan Pemilu

Di akhir tahun 1998 Gus Dur rawuh (datang) di Wonosobo. Saat itu sedang ramainya era reformasi, beberapa bulan setelah Pak Harto jatuh. Dan ini terjadi beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi orang nomer satu di Negeri ini. Beliau masih menjabat sebagai Ketua PBNU. Bertempat di Gedung PCNU Wonosobo, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan pengurus NU dari Wonosobo, Banjarnegara, Pubalingga, Kebumen, Temanggung dan Magelang. Tentu saja semua kiai ingin tahu pendapat Gus Dur tentang situasi politik terbaru. Penulis hadir di situ walaupun bukan kiai, dan duduk persis di depan Gus Dur. Penulis lah yang menuntun Gus Dur menaiki Lantai 2 PCNU Wonosobo. “Pripun Gus situasi politik terbaru?” tanya seorang kiai. “Orde Baru tumbang, tapi Negeri ini sakit keras.” kata Gus Dur. “Kok bisa Gus?” “Ya bisa, wong yang menumbangkan Orde Baru pakainya emosi dan ambisi tanpa perencanaan yang jelas. Setelah tumbang mereka bingung mau apa, sehingga arah reformasi gak genah. Bahkan Negeri i...